Pembangunan Jalan Tol di Provinsi Jambi bakal menghubungkan Jambi - Riau. Akses jalan Jambi-Rengat itu bakal diupayakan untuk ekonomi kerakyatan. Foto : Ilustrasi jalan tol

4 Kecamatan di Muaro Jambi Bakal Dilalui Jalan Tol

Daerah

MUAROJAMBI – Rencana pembanguna jalan tol ruas jambi – rengat saat ini sudah masuk tahap identifikasi trase.

Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muaro Jambi Budi saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, terkait jalan tol Sumatera, Jambi – Rengat saat ini sudah memasuki tahap mengidentifikasi trase jalan, atau rencana ruas jalan yang nantinya akan dibangun jalan Tol.

Ruas jalan tol Jambi Rengat, atau Jambi Riau ini akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi.

Jalur tol ini akan melintasi 4 kecamatan yang ada seperti Kecamatan Bahar Selatan, Sungai Bahar, Jambi Luar Kota dan Kecamatan Sekernan.

Dikatakannya jalan tol Jambi – Rengat ini nantinya akan di kerjakan oleh BUMN yakni PT Hutama Karya.

Pembangunan jalan Tol Jambi – Rengat ini nantinya, akan di mulai dari Kecamatan Sungai Bahar dan Bahar Selatan. Dimana kecamatan ini berbatasan langsung dengan jalan Tol Palembang Betung, setelahnya akan masuk ke Kecamatan Jambi Luar Kota yang melintasi Desa Pematang Jering, Pijoan hingga akhirnya akan menyebrangi Sungai Batanghari dan akan tembus ke Desa Gerunggung, Kecamatan Sekernan hingga akhirnya masuk ke wilayah Kabupaten Tanjab Barat hingga ke Rengat Riau.

Ditambahkannya yang menjadi pertanyaan saat ini, dalam rancangan yang telah dibahas beberapa waktu lalu di Jakarta itu adalah, interchangenya hanya ada 2 titik, yakni di Tempino dan di KM 30 odesa Bukit Baling.

“Nah jadi untuk interchangenya sementara ini hanya ada 2 titik, yang sudah masuk dalam perencanaan itu, di Tempino sama di KM 30 Bukit Baling Sekernan. Nah kalau kita dari Kota Jambi ingin naik tol tersebut, sangat jauh sekali, makanya saat ini kita juga mengusulkan agar dibangunkan interchangenya di Pijoan. Jadi masyarakat yang dari Kota Jambi yang hendak masuk ke jalan tol itu lebih dekat, tidak mutar mutar,” tuturnya.

Selain mengusulkan interchange atau jalur masuk Tol, pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Bappeda juga akan mengusulkan pembangunan Rest Area, jika panjang tol tersebut 198 kilometer, maka setiap 50 kilometernya di usulkan agar dibangun Rest Area. Inilah nantinya yang akan mengidupkan perekonomian UMKM masyarakat kita.

“Kita mengusulkan juga agar nantinya dibangunkan rest area, itulah nantinya yang akan menopang perekonomian warga kita. Warga yang ingin beristirahat bisa mampir dan berbelanja, hal ini tentu akan mengidupkan perekonomian kita,” tandasnya. (Din)