Tak Kunjung Diresmikan, Kadis PU : Saya Sudah Perintah Untuk Dibenahi

Kota Jambi Pemerintahan

JAMBI – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Anggrek Sri Soedewi di kawasan Telanaipura Jabi, hingga kini tak kunjung diresmikan. Padahal, pembangunannya sudah selesai Desember 2018 lalu. Peresmian RTH ini, rencananya diresmikan April lalu.

Namun, harus ditunda karena ada yang belum sesuai dan perlu perbaikan. Kemudian, peresmian kembali direncakanan pada Juli lalu, namun lagi-lagi molor.

Bahkan, kondisi RTH yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, kini mulai terlihat memprihatinkan dan terkesan tak terurus. Pantauan di lapangan, sampah mulai berserakan. Sejumlah fasilitas taman seperti pagar, lampu taman dan tong sampah juga rusak.

Selain itu, tanaman yang sudah ditanam dan semula tampak hijau, kini mulai mati dan menguning. Bahkan beberapa kali pejabat Pemprov Jambi, baik Gubernur maupun Sekda Provinsi Jambi meninjau kondisi RTH dan memerintahkan untuk membenahi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi M Fauzi saat dikonfirmasi menyebut, peresmian RTH Taman Anggrek Sri Soedewi direncanakan akan di lakukan dalam akhri bulan ini. Sebelum diresmikan, Fauzi mengungkapkan pihaknya telah memerintahkan bawahannya untuk membenahi kerusakan-kerusakan yang ada.

“Saya sudah perintahkan untuk dibenahi, kalau itu belum dibenahi kita tidak akan resmikan,” kata Fauzi, Jumat (23/08/1019).

Sebelumnya, Asisten II Setda Provinsi Jambi Agus Sunaryo saat mendampimgi Gubernur Jambi meninjau RTH Taman Anggrek beberapa waktu lalu mengatakan, setelah serah terima aset dari PU ke Biro Aset, pengelolaan RTH akan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi.

Namun jelang serah terima aset dan peresmian, untuk sementara pengelolaan dan perawatan masih diserahkan ke Biro Umum Setda Provinsi Jambi. Kepala Biro Pengelolaan Aset Milik Daerah, Riko Febrianto sebelumnya mengatakan memang saat ini aset tersebut belum diserah terimakan. RTH juga belum diresmikan, sehingga pengelolaan kebersihannya diserahkan ke Biro Umum.

“Sementara ini, petugas kebersihan yang berada di bawah Biro Umum diperbantukan ke sana. Petugas yang biasa membersihkan kawasan perkantoran gubernur ini,” pungkasnya. (*)