Karhutla Menghantui, Kapolres Sarolangun Belum Ada Tersangka

0
86
Kebakaran melanda Sarolangun di penghujung Agustus 2019. Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wiralaksana mengatakan,pihaknya masih berupaya menangani karhutla bersama Kodim 0420/Sarko dan BPBD. Soal hukum, belum ada tersangka.
Kebakaran melanda Sarolangun di penghujung Agustus 2019. Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wiralaksana mengatakan,pihaknya masih berupaya menangani karhutla bersama Kodim 0420/Sarko dan BPBD. Soal hukum, belum ada tersangka.

SAROLANGUN – Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko secara global sering terjadi ancaman dari si jago merah, bahkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penindakan terkait itu, masih dalam identifikasi alias belum ada tersangka.

Terus menghantui, kemarin kembali lagi kebakaran di 2 titik, sasarannya di Kecamatan Bathin VIII dan Singkut. 1 titik si jago merah melahap 2 unit rumah warga namun satu rata dengan tanah dan satunya hanya dinding saja. Dan 1 titik sijago merah merambah di daerah Singkut dengan lahan Gambut, sehingga petugas Damkar dan aparat kepolisian harus berjibaku untuk menjinaknya.

Memang, musim kemarau saat ini merupakan puncaknya si jago merah untuk bergerilya mencari mangsa, sehingga membuat petugas Damkar tak bisa tidur nyenyak dan istirahat yang nyaman.

Meskipun Karhutla menghantui, namun pihak kepolisian belum menetapkan siapa tersangka di balik ini semua, tentu untuk melakukan itu harus ada dasarnya untuk dijadikan siapa tersangka.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana S.Ik M.Hum belum lama ini mengatakan pihaknya masih melakukan identidikasi pemilik lahan yang terbakar.

“Saat ini kami belum menetapkan sebagai pelaku, kami masih mengindentifikasi pemilik lahan dan juga saat ini team satgas dibawah pimpinan pak Dandim dengan anggota TNI dan kami juga BPBD serta Manggala Agni semua pihak tergabung, untuk hot spot yang didatakan satelit yang setiap waktu di updatekan oleh dandim sudah kami tindak lanjuti dengan kegiatan pengecekan dilapangan dan pemadaman dilapangan.” ungkap pria dengan dua melati di pundaknya itu.

Meskipun demikian, disamping itu pihaknya sudah mengindentifikasi terhadap pemilik lahan dan sebagian lahan yang ditemukan adanya titik asap dan titik api sebagian lokasinya sudah ditanami oleh warga, seperti sawit dan karet.

“Bermacam ada yang sudah ditanami sawit kemudian dan juga tanah yang belum ada kita ketahui siapa pemiliknya ini yang masih kami dalami, saat ini kami lebih fokus dulu apabila menemukan titik api padamkan terlebih dahulu. Kemudian dilakukan identifikasi siapa pelakunya apakah memang ada kesengajaan, jika memang ada kesengajaan ada undang undang yang bisa kenakan terhadap pelaku,” beber Kapolres (Ajk)