Warga berenang riang bak kolam renang di Dusun Pulau, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin sebelum isu datang. Foto : Juli

Isu Mahluk Gaib, Pantai Dadakan di Merangin ini Mendadak Sepi

Daerah

MERANGIN – Kemarau belakangan ini membuat surut aliran sungai. Surutnya pinggiran sungai itu, mendadak dikunjungi warga untuk bersantai maupun untuk memenuhi kebutuhan akan air. Namun, apa jadinya jika, isu makhluk halus tiba-tiba muncul.

Aliran Sungai Merangin di Pamenang belakangan ini mendadak ramai dikunjungi warga. Tak main-main, ratusan warga datang kesini. Mereka menjadikan tempat tersebut sebagai tempat bersantai bak di pantai, swafoto hingga untuk mengambil air bagi yang sumurnya memang kering.

Mendadak menjadi tempat kunjungan warga, para pedagang pun mulai melirik. Mulai dari jajanan ringan, minuman sampai mie instan dijual pada warga.

Pun warga, memanfaatkan hal tersebut bersama keluarga. Terlihat anak-anak pun ikut berenang. Ada pula yang membawa pelampung, bak di kolam renang saja. Malah, ada pula yang membakar jagung. di tempat yang disebut warga Pulau Sungai Merangin, di RT 03 RW 03 Dusun Pulau itu.

Namun, keceriaan warga saat ini dihantui rasa takut. Hal ini dikarenakan isu makhluk gaib yang dinamakan warga setempat dengan sebutan ‘Hantu Ayek’ atau hantu air.

Kejadian di Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin itu, mendadak membuat sepi pulau. Warga ketakutan dan tak lagi mendatangi sungai.

Juli Aprianto, salah satu pemuda setempat menyebutkan, para pedagang lantas gigit jari. Bagaimana tidak, pop mie dan gorengan yang biasanya laris manis, kini begitu sulit.

“Biasonyo jagung laku 20 jantung, kini satu jantung pun tidak ada yang beli,” ungkap Juli melalui media sosialnya, Jumat (23/08/2019).

Masih dalam tulisan Juli, pedagang lain menyebutkan pendapatan mereka mencapai Rp 600.000/hari sebelum isu itu beredar. Namun setelahnya, mendapatkan Rp 100.000/hari pun susah.

“Masalah hantu ayek itu cuma isu bae bang. Diharapkan kepado masyarakat Pamenang untuk tidak takut terkait isu tersebut. Kito kan niat cuma untuk mandi dan mencuci,” kata Juli saat dikonfirmasi awak media.

Surutnya aliran Sungai Merangin, seolah dijadikan pantai oleh warga. Namun isu Hantu Ayek, mahluk halus oleh warga setempat, membuat Dusun Pulau RT 03, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang mendadak sepi, Jumat (23/08/2019). Foto : Juli Aprianto
Surutnya aliran Sungai Merangin, seolah dijadikan pantai oleh warga. Namun isu Hantu Ayek, mahluk halus oleh warga setempat, membuat Dusun Pulau RT 03, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang mendadak sepi, Jumat (23/08/2019). Foto : Juli Aprianto

Pulau Mendadak Sepi, Pak RT Lega

Ternyata, isu tersebut membuat lega Ketua RT 03, Zaini Ahmad. Pada awak media, Zaini mengatakan isu tersebut membuat kekhawatiran pada melonjaknya warga yang datang, bisa berkurang. Setidaknya, untuk korban tenggelam atau lainnya.

“Orang sudah berkurang, anak-anak berenang sudah kurang. Kita sudah kasih tau, anak-anak berenang tolong dipantau. Jangan kagek (nanti,red) mano anak aku, mano anak aku,” kata Zaini.

Bukan apa-apa, Ketua RT itu bilang, sejak menjadi tempat favorit, tempat itu tak hanya didatangi siang dan sore saja. Hingga malam hari, juga dimanfaatkan para pemuda. Mereka berkumpul, bakar jagung disitu.

Sedangkan isu tersebut, bilangnya, kemungkinan dihembuskan untuk mengurangi kebebasan anak-anak yang datang ke lokasi. Bisa jadi orang tua, pemuda atau siapa saja yang menghembuskannya.

“Kemungkinannya seperti itu. Untuk anak-anak ini jangan bebas nian. Takut terjadi hal, terlalu bebas. Jadi supaya takut ke air. Bisa jadi seperti itu. Bisa jadi apa benar. Kalau untuk kenyataan, ado hantu naek, belum ado,” katanya.

Dikatakan Ketua RT, sebelum isu itu beredar, warga yang datang mencapai ratusan. Setelah isu, warga yang datang tinggal 20 orang saja.

“Tadi aku lihat, cuma sekitar 20 orang,” katanya.

Setidaknya, Zaini bilang, tugasnya untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan di wilayahnya itu bisa berkurang. Saat ini, Ia juga mengaku sedang menghimbau para warga untuk tidak membakar lahan.

Sementara sebelumnya, Hamidi, pemuda setempat menyebutkan isu itu adalah hantu ayek yang marah atas ramainya warga yang datang.

“Jadi isunya, ada warga yang didatangi dalam mimpi. Hantu ayek marah, karena rumah mereka rusak oleh warga. Hantu itu mengingatkan seperti itu,” kata Hamidi. (Hsb/Erw)