Diduga Ada Pungutan di Kampus UIN, Mahasiswa Laporkan ke Saber Pungli

0
413
Mahasiswa segel rektorat UIN STS Jambi, Kamis (22/08/2019) dalam aksinya. Ini buntut dugaan pungli yang dilakukan kampus yang beralamat di Jalan Arif Rahman Hakim, Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Mahasiswa segel rektorat UIN STS Jambi, Kamis (22/08/2019) dalam aksinya. Ini buntut dugaan pungli yang dilakukan kampus yang beralamat di Jalan Arif Rahman Hakim, Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

JAMBI – Terkait dugaan adanya Praktik Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak rektorat dan Dewan Mahasiswa (DEMA) Kampus, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, ajukan laporan ke Tim Saber Pungli Jambi, Jum’at (23/8/19).

Sebelumnya diketahui, bahwa persoalan ini berawal dari iuran Rp. 50.000 yang diminta pihak kampus, kepada seluruh mahasiswa baru untuk keperluan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).

Berawal dari iuran tersebut, membuat para mahasiswa merasa keberatan. Mereka menilai itu bukanlah kewajiban dari mahasiswa, melainkan tanggung jawab kampus.

Oleh karena itu, mereka menilai itu tidak dibenarkan, dan tidak ada transparansi pihak DEMA dan rektorat terkait iuran tersebut. Sehingga mereka menduga ada tindakan pungli, dan kerja sama antara DEMA dan pihak rektorat.

Merasa keberatan akan hal tersebut, ratusan mahasiswa UIN STS Jambi sempat menggelar unjuk rasa di Kampus, namun tidak ada tanggapan dari pihak rektorat, sehingga mereka pun nekat menyegel gedung rektorat.

Menindak lanjuti hal itu, akhirnya para mahasiswa ini melaporkan tindakan DEMA dan rektorat Kampus UIN STS Jambi kepada Tim Saber Pungli Jambi.

Saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com, Samsu selaku Kepala Sekretariat Saber Pungli Jambi, membenarkan bahwa memang ada laporan dari mahasiswa terkait hal tersebut.

Samsu mengatakan bahwa, pihaknya menerima laporan dari Mahasiswa, terkait pungutan yang dilakukan Kampus kepada mahasiswa, untuk keperluan ospek.

“Ya benar, kami ada menerima laporan yang menceritakan tentang adanya pungutan untuk keperluan, semacam ospek gitu, tapi tidak transparan kegunaannya apa.” kata Samsu melalui seluler pribadinya.

Menanggapi laporan tersebut, pihaknya akan diterima, dan akan melakukan proses penyelidikan, apakah benar ada atau tidak.

“Kita terima laporannya, semua laporan kan kita terima. Kebenarannya hasil dari penyelidikan.” tandasnya.

(Nrs)