Pria Kebal Dipukuli Warga, Malah Tangan Polisi Jadi Bengkak

0
1022
Pencuri warung di Limbur Tembesi, Kecamatan Bathin VIII
Pria kebal bertato saat ekspos kasus di Polres Sarolangun, Selasa (20/08/2019). Kapolres dan jajarannya memaparkan penangkapan pencuri warung itu.

SAROLANGUN – Herman bin Sali (39) yang merupakan warga pendatang di Limbur Tembesi Kecamatan Bathin VIII tak berkutik saat digelandang oleh Polisi dari rumahnya. Pria ini diduga memiliki jimat yang membuatnya tahan pukul.

Pria bertato dilengan kanan diketahui warga Sekayu, Provinsi Sumatra Selatan ini tinggal di Limbur Tembesi baru 7 bulan. Namun selama ia tinggal di tempat tersebut, selalu bikin warga resah karena ulahnya yakni sering mencongkel toko warga saat malam hari.

Usut punya usut, rupanya ia merupakan residivis maling warung.

Setiap melakukan aksinya, pelaku selalu menggunakan penutup muka (Sebo, red) warna hijau dan baju kaos serta celana pendek warna hitam. Tak luput dipinggangnya terselip sebilah pisau dan satu linggis untuk mencongkel pintu.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana S.Ik M.Hum mengatakan, pengungkapan oleh polsek bathin VIII yang melaksanakan kegiatan penyelidikan atas dugaan tindak pidana pasal 363 KUHP tindak pidana pencurian berhasil mengamankan 1 pelaku.

“Dan alhamdulilah satu pelaku sudah diamankan, untuk diketahui bahwa pelaku ini tidak melakukan aksinya pada satu TKP saja namun ada TKP yang lain. Dan ini juga sesuai yang disampaikan oleh toko toko setempat yang mengadu bahwa di TKP ini sudah banyak kejadian tindak pidana,” ungkap Kapolres

Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku melakukan aksi pencurian bukan satu TKP, namun dua toko.

“TKP awal pelaku menggunakan penutup muka atau sebo dan juga menggunakan Baju warna hitam pada saat melakukan tindak pidana pencurian. Dengan bekal data yang sudah didapatkan oleh polsek kemudian dikembangkan berhasil diketahui pelakunya bukan asli warga setempat melainkan warga pendatang,” jelasnya.

Terekam CCTV

Yang membuat anggota polisi berhasil mengungkap kasus tersebut, Polsek Bathin VIII memanggil warga setempat untuk membantu mengenali dari ciri ciri pelaku yang terekam dari kamera pengintai (CCTV). Dari hasil penyidikan ada salah satu warga mengenali sosok itu.

“Lalu unit reskrim langsung mendatangi kediaman pelaku untuk melakukan penangkapan. Benar saja pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku dan dilakukan penggeledahan dirumahnya anggota kita berhasil menemukan satu karung yang berisikan beberapa jenis rokok dan indomie goreng, 1 pisau, 1 linggis. 1 helai baju kaos U Can See warna hitam, sebo warna hijau sesuai yang terekam di kamera CCTV, dan saat di introgasi pelaku ini mengakui jika barang tersebut miliknya,” tegas Kapolres.

Barang bukti dari hasil tindak pencurian didalam karung yakni 9 pak rokok Class Mild, 3 pak rokok Gudang Garam Surya 12, 5 Pak rokok Sampoerna, 1 pak rokok Gudang Garam Signature 12 warna hitam dan 7 pak 16 warna biru.

4 pak Magnum Mild, 3 pak Surya 16, 1 pak L.A, 1 pak Harum Manis, dan 29 bungkus mie indomie goreng serta satu helai karung beras merk 88 ukuran 5 Kg.

“Untuk tersangka ini dikenakan pasal 363 ayat (1) ke3 dab ke5 KUHPidana maka ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” tandas Kapolres.

Tangan Polisi Bengkak

Ada yang aneh saat pelaku diamankan polisi. Saat itu warga sempat meluangkan amarahnya dengan memukul pelaku. Namun pukulan warga dengan menggunakan kayu balok tersebut tidak membuat pelaku merintih kesakitan. Terlihat biasa saja dari raut wajah korban, diduga korban memiliki jimat tahan pukul.

Perihal ini di akui oleh salah satu anggota Reskrim Polsek Bathin VIII, saat itu ia memopong pelaku menuju mobil untuk dibawa kepolsek.

“Dia ini (Pelaku, red) kebal, saat dipukul warga dengan kayu biasa saja. Melainkan tangan saya yang kena sampai bengkak,” ungkap Anggota tersebut

Selain itu, anggota polsek itu sempat menunjukkan arah celananya yang ada bekas bercak darah. Namun bukan darah dari pelaku, melainkan darah dari kepala anaknya yang terkena lemparan batu dari warga.

“Ini ada bekas darah tapi bukan darah dia,” jelasnya sambil menunjuk kearah celananya.

Tidak hanya itu, dari pengakuan tersangka, setiap ia melakukan aksi tindak kejahatannya, pelaku masuk kerumah warga ataupun tokoh korbannya tidak sadarkan diri.

“Korban sempat dilangkah dari tidurnya, namun aneh korban tidak mengetahui hal itu,” pungkasnya (Ajk)