Ilmuwan Muda Indonesia Ini, Raih Medali Emas di Pameran Internasional

0
113

JAMBI – Indonesia pantas berbangga dengan lahirnya ilmuwan muda yang satu ini. Lewat penemuannya, obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam, merebut medali emas untuk bangsa ini di ajang internasional.

Sang penemu tersebut adalah Muhammad Ja’far Hasibuan (27). Putra asal Sumatera Utara (Sumut) ini memenangkan kompetisi di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.

Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia. Ja’far pun jadi pemberitaan berbagai media.

Atas torehannya ini, Ia menjadi orang pertama di Asia yang dapat penghargaan dunia pada Pameran Teknologi Internasional itu. Disetujui oleh dewan Negara yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai.

Untuk diketahui, kegiatan ini didukung juga oleh lembaga PBB seperti UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng (Group) Co, Ltd, adalah profesional tingkat nasional khusus untuk perdagangan teknologi internasional.

Sekedar informasi, acara kegiatan berlangsung pada 18-28 April 2019 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center.

Yang menjadi inspirasi, Ja’far sempat tidak jadi berangkat dikarenakan persoalan dana. Namun berkat semangat dan ikhtiarnya ingin berjuang, sehingga ia mencari bantuan baik dari pemerintah, sponsor-sponsor dan zakat yang disumbangkan.

Selama di China ia diseleksi cukup ketat dari WIIPA dan kompetisi yang diikutinya dengan tema “Biofar Shirmp Skin Care”. Inovasi ini merupakan penemuan di bidang kesehatan yang teruji mengubah dari bahan alami menjadi obat kulit luar dan dalam pada manusia dan hewan.

Dalam kegiatan tersebut, Ja’far menjadi satu-satunya orang Asia di level dunia mendapat medali emas pertama dari CSITF dan WIIPA. Ia berangkat ke China dari tanggal 16-29 April 2019. Di sana ia disambut oleh KJRI Shanghai dan panitia lomba.

Untuk diketahui bahwasanya filosofi CSITF dengan basis inovasi “Biofar Shirmp Skin Care” ini adalah teknologi sangat baik atau kehidupan lebih baik dan dirinya teruji membuat racikan obat penyembuh kena paku, seng dan lain-lain.

Menurutnya, bahan produk inovatif digunakan dari bahan udang halus kecil segar, hidup berkembang biak di bawah bakau. Diproses dalam bentuk bubuk dan salep cair.

Tes pada manusia telah dilakukan pada salah satu warga yang terkena benda tajam (paku dan seng) karena setelah memberikan udang halus ramuan kental di sekitar luka. Hasilnya, positif dalam 2 jam rasa sakit dan nyeri menurun berkurang secara signifikan. Pemanfaatan udang juga di uji terhadap pasien dengan rasa gatal dikulir baik di bagian dalam jaringan kulit (epidermis) dan jaringan luar kulit serta dari luar.

Sementara tutur dia, persidangan di lakukan dengan mengajukan permohonan rekatkan ke penderita penyakit kuli dan minumlah. Tes juga dilakukan pada hewan (bebek, ayam, kambing dan kerbau).

“Walaupun saya awalnya sangat sulit mendapatkan dana untuk ke China, namun atas itu semua mampu keluar sebagai pemenang penemu obat luar dan dalam di level dunia yang diikuti 193 negara,” ungkapnya, Selasa (13/08/2019).

Dengan berbagai karya dan inovasi yang telah dipertunjukan pada dunia internasional ini, ia sangat mengharapkan adanya perhatian pemerintah Indonesia didalam pengembangan usaha-usaha ini.

“Iya, saya sangat berharap sekali adanya perhatian pemerintah indonesia lazimnya pemerintah memperhatikan peraih-peraih juara dibidang lain seperti atlet dan lain sebagainya,” harapnya.

Dia pun meminta difasilitasi untuk bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo.

Penerus Habibie

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, apa yang diraih oleh Ja’far Hasibuan berkat kerja keras ketekunan dan pantang menyerah.

“Dia merupakan penerus Prof BJ Habibie. Semoga akan lahir para cendikiawan muda berbakat. Dia juara 1 nasional sebanyak 19 kali, 2 kali juara Asean dan 1 kali juara dunia,” bilangnya.

“Ini prestasi bagi bangsa yang di raih seorang anak yatim dan tulang punggung keluarga. Orang berprestasi seperti Jafar perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ujar dia.

Menurut Jerry pemerintah harus membantu memfasilitasi anak-anak bangsa yang berprestasi. Saya sarankan kalau bisa di undang di istana dan pada perayaan HUT RI 17 Agustus 2019. Selama ini sudah banyak yang diundang presiden anak punya talenta tingkat dunia ini pun setidaknya bisa diundang.

“Indonesia bisa patenkan hak cipta dari temuannya dan bisa digunakan negara-negara lain dan mereka bisa beli hak cipta tersebut,” pungkas Jerry.

Disambut Kemenpora

Prestasi Ja’far di pentas internasional ini, mendapat apresiasi pemerintah lewat Kemenpora. Diharapkan, apa yang dilakukan Ja’far, menjadi inspirasi anak muda Indonesia.

Ja’far Hasibuan disambut Deputi dari Kemenpora

Ja’far yang tiba di Indonesia, disambut oleh Kemenpora di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (24/4) sore. Ia langsung disambut oleh Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu.

Dikutip dari kemenpora.go.id Wisler menyampaikan terima kasih kepada Ja’far yang sudah bisa mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

“Apa yang dilakukan Ja’far sangatlah luar biasa, dia berhasil membawa harum nama Indonesia di ajang kompetisi penemu inovasi dunia di Shanghai China lalu. Semoga apa yang dilakukan oleh Ja’far ini bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak muda Indonesia lainnya untuk terus melakukan inovasi yang bisa membuahkan prestasi untuk Indonesia,” katanya.

(*/Erw)