Pedagang Mengeluh Operasi Pasar, Amir : Kita Tidak Mematikan Pedagang Cabe

0
330

JAMBI – Terkait keluhan Pedagang Cabe di pasar Angso Duo Jambi, yang merasa rugi dengan adanya Operasi Pasar (OP) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi angkat bicara.

” Kita beli di Kerinci dengan petani langsung dan itu harga petani, transport nya juga dibantu oleh pusat, jadi kita bukan mematikan pedagang cabe,” kata Amir pada awak media, Jum’at (9/8/19).

Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan karena adanya lonjakan harga yang sangat tinggi di pasaran, seperti harga Cabe Jelang Hari Raya Idul Adha 2019 mendatang.

Betapa tidak, tingginya lonjakan harga tersebut tentu sangat membuat masyarkat menengah kebawah merasa tercekik.

Oleh karena itu, selaku pemerintah Provinsi Jambi punya tanggung jawab dalam hal tersebut, guna memberikan solusi, agar pedagang tetap memiliki pendapatan, masyarakat bisa memperoleh harga yang lebih baik.

“Harganya sangat melambung tinggi, sampai Rp. 85 ribu hingga Rp. 90 ribu dipasar, kita sudah antisipasi dan melakukan Operasi Pasar.” ujarnya.

“Khusus harga cabe selain komoditi lain, kita peroleh dari Petani langsung dari Kerinci kita jual dengan harga dari petani itu.” tambahnya.

Video Pedagang Marah, Jualan Tak Laku : Operasi Pasar Bikin Rugi, Pedagang : Bukan Mati Lagi, Nak Dikubur di Pasar ni

Selanjutnya, ia juga menerangkan bahwa untuk cabe di OP ini hanya menyiapkan stok sebanyak 500 kg, untuk di pasar Angso Duo dengan harga Rp. 60 ribu perkilo.

“Harga petani, transpornya di subsidi dari pemerintah.” tandasnya.

(Nrs)