Nilai Harga OP Pemerintah Terlalu Murah, Pedagang Cabe Mengeluh

0
203
Operasi pasar jelang Idul Adha
Salah satu pedagang protes atas Operasi Pasar yang digelar dekat mereka berjualan, Pasar Angso Duo Baru. Akibatnya, pedagang mengaku jualan mereka tak laku pada Jumat (9/8/2019)

JAMBI –  Salah satu pedagang Cabe di Angso Duo mengeluh dengan adanya Operasi Pasar (OP). Sebab cabe yang dijual oleh Pemerintah Provinsi Jambi tergolong lebih murah.

Dengan demikian, mereka merasa rugi, jika harus menjual cabe dengan harga yang sudah ditetapkan oleh OP pemerintah.

Seperti yang disampaikan Ema salah satu pedagang di Pasar Antusias Duo. Dirinya sangat merasa rugi dengan harga yang sudah ditetapkan OP pemerintah, karena dirinya yang menjual Rp. 75 ribu perkilo saja kadang tidak laku. Ditambah lagi jika Pemerintah menjual dengan harga Rp. 60 ribu Perkilo.

“Tidak ada yang beli, Pemerintah didepan sana jual Cabe murah,” keluhnya.

Informasi yang didapat di Lokasi, pada Operasi Pasar pemerintah Provinsi Jambi menjual Cabe merah dengan harga Rp.60 ribu perkilogramnya, sedangkan para pedagang membeli cabe digudang dengan harga Rp. 75 Ribu hingga Rp. 80 ribu perkilogramnya.

“Cabe merah dijual Rp 75 ribu tidak laku, sementara pemerintah Jual cabe merah Rp.60 ribu di Operasi Pasar,” keluhnya

“Seharusnya Perintah kasih tahu kalau ada Operasi Pasar kepada kami. Jadi kami tidak beli cabe di gudang,” keluhnya lagi.

Menangapi keluhan para pedagang Cabe, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi, mengatakan pemerintah hanya menyediakan Cabe merah sebanyak 500 kg, dan hanya setengah hari untuk membantu meringankan masyarakat Jambi.

“Setelah itu, mereka lah (Para Pedagang Cabe,red) yang punyo, karena harga cabe terlalu tinggi mencapai Rp.90 Ribu perkilo. Kita menjual hanya Rp.60 Ribu perkilo,” jelasnya.

Harga tersebut, Kata Dia, merupakan harga langsung dari petani yang ada di Kerinci, transpornya tidak dimasukan kepada harga cabe karena mendapat subsidi dari pemerintah Pusat.

(Nrs)