Beratap Terpal, Berlantai Tanah, Kelas Darurat di Merangin Ini Viral

0
1060
potret pendidikan
Dikerjakan gotong royong selama 3 pekan, 2 kelas darurat ini siap digunakan

MERANGIN – Kekurangan ruang belajar, wali murid di SDN 310/VI Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, sepakat bergotong royong membangun kelas baru. Semangat para orang tua demi pendidikan itu, menjadi viral di media sosial.

Ruangan kelas berdinding kayu, beratapkan terpal itu, viral di media sosial. Akun Ahmad Rozali, yang mengunggah foto, mengucapkan syukur atas selesainya kelas darurat itu.

“Alhamdulillah hari senin siswa kelas 5 dan kelas 2 sudah siap belajar di kelas baru, (kelas darurat) walau cuma atap terpal yang penting bisa belajar Hasil kerja sama dengan wali murid dan komite. Mudah-mudahan kedepannyo ado perhatian dari pemerintah,” tulisnya.

Ada ratusan murid terdaftar di sekolah yang dibangun pada 2015 lalu. Informasi yang dihimpun, sekolah hanya memiliki 3 kelas saja, sementara siswa sudah duduk di kelas 5.

Yang ada kelasnya di SD itu yakni kelas 3,4 dan 5. Sedangkan kelas 1 dan 2, dititip ke madrasah. 2 kelas baru ini, rencananya untuk 48 murid kelas 1 dan 2 yang dititip tersebut.

“Alhamdulillah, Senin ini sudah bisa dipakai. Dibangun dengan sukarela, masyarakat bergotongroyong,” kata Fauzan M, Ketua Komite Sekolah saat dihubungi Dinamikajambi.com, Jumat (09/08/2019) melalui telepon selulernya.

Bilang Fauzan, kelas beratapkan terpal. Sedangkan dinding, dari kayu sumbangan seperti bekas coran dan lainnya. Sekitar 3 pekan, 2 kelas darurat ini dibangun bersama-sama.

“Ada yang bawa kayu, papan, paku dan lainnya. Sukarela,” katanya.

Rencananya untuk kelas V, namun pertimbangan jam pelajaran yang panjang dan bakal kepanasan dengan terpal, guru dan orang tua sepakat kelas darurat dipakai untuk kelas I dan II

Informasi yang dihimpun, usulan penambahan kelas ini sudah disampaikan dari 2016 silam. Berulang kali rapat tingkat desa, kecamatan, namun tak kunjung mendapatkan perhatian.

“Katanya 2020 ini akan dibangun. Gak tau, berapa kelas. Yang jelas, sekolah ini butuh kelas. Makanya, orang tua bangun sekolah,” ungkap informasi itu.

Dengan sudah duduknya siswa di kelas 5, tentunya dibutuhkan minimal 3 kelas baru untuk tahun ajaran baru, 2020 mendatang.

Ahmad Rozali, guru di sekolah itu mengatakan, dengan kelas darurat itu, siswa yang dititipkan, dapat kembali ke sekolah. Dengan begitu, para guru dapat memantau dan lebih fokus dalam mendidik.

“Tadinya kelas darurat ini untuk kelas 5. Tapi karena jam pelajaran panjang, takut kepanasan dibawah terpal, kami putuskan untuk kelas 1 dan 2 yang dititipkan. Karena kelas 1 dan 2, jam pelajaran lebih sedikit,” ungkap Ahmad. (Erw)