Kapolda Jambi Sebut 2 Anggotanya Terkena Sabetan Senjata Dalam Kasus SMB

0
363
Ungkap kasus rusuh SMB, Kapolda memaparkan beberapa poin. Konfrensi pers di Polda Jambi pada Kamis (18/08/2019) itu mengungkapkan 4 laporan atas kelompok SMB.
Ungkap kasus rusuh SMB, Kapolda memaparkan beberapa poin. Konfrensi pers di Polda Jambi pada Kamis (18/08/2019) itu mengungkapkan 4 laporan atas kelompok SMB.

JAMBI – Usai menetapkan 20 orang sebagai tersangka, dari 45 anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang berhasil diamankan pada Kamis, (18/7/19) kemarin, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi, Irjen Pol Muchlis AS sebut ada 2 anggotanya yang terkena sabetan senjata tajam.

Hal ini disampaikannya, saat mengelar Konferensi Pers di Gedung Bayangkara Siginjai Mapolda Jambi di kawasan The Hok, Kota Jambi Jum’at (19/7/19).

Sebelumnya dalam Konferensi pers tersebut, Kapolda Jambi menceritakan bagaimana kondisi medan yang ditempuh para nggotanya dalam membekuk, anggota SMB itu, yang memiliki senjata lengkap.

Bahkan Ia mengatakan penangkapan 45 angota SMB dengan menimalisirkan korban, itu bukan perkara gampang, dan keberhasilan ini bukan karena semata-mata kehebatan dari tim gabungan TNI-Polri Jambi, akan tetapi karena berkat kuasa sang pencipta.

“Dalam penangkapan ini, bukan tim kami TNI-Polri yang hebat, tetapi ini adalah berkat Kuasa Allah Swt.” kata Irjen Pol Muchlis.

Selanjutnya, dirinya mengatakan akibat dari keganasan anggota SMB tersebut, ada 2 anggotanya yang terluka, dan tengah dilakukan pengobatan akibat terkena sabetan senjata.

“2 anggota kita terkena sabetan senjata tajam, di lengan dan di kaki. Itu lah saat ini masih dilakukan pengobatan,” imbuhnya.

Muchlis juga menjelaskan, bahwa anggota SMB ini sudah 14 kali dilaporkan di kepada pihak kepolisian di Provinsi Jambi, dan anggotanya pun juga berasal dari berbagai daerah seperti di Indonesia dan Kabupaten di Provinsi Jambi.

“Sudah 14 kali dilaporkan, di 4 Polres Provinsi Jambi, diantaranya Polres Kabupaten Tebo, Polres Kabupaten Batanghari, Polres Kabupaten Tanjabbar dan Polda Jambi.” paparnya.

Untuk itu, ia berharap hal ini akan tejadi untuk pertama kali dan yang terakhirnya di Provinsi Jambi.

(Nrs)