Sebelum Dimutilasi, PNS Ini Sempat Berhubungan Badan di Kontrakan Pelaku

0
111

BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan PNS Kemenag Kota Bandung, KW (51).

Rekonstruksi digelar polisi dengan menghadirkan tersangka Deni Priyanto (37) di Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu (13/7).

Dari rekonstruksi terungkap jika pelaku dan korban sempat berhubungan badan di kontrakan pelaku di Jl H Hasan, Kota Bandung pada Minggu (7/7/2019).

Awalnya, korban datang ke kontrakan pelaku. Di kontrakan itu, korban yang sudah punya suami tanpa malu-malu mengganti bajunya dengan daster di depan DP.

Tak lama, keduanya pun melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Hubungan badan dilakukan dengan posisi korban di atas pelaku.

Selanjutnya, pelaku mememinta korban ganti posisi. Saat itulah, pelaku menghabisi korban. Pelaku memukul korban dengan palu hingga tewas.

Tubuh korban kemudian dibawa ke kamar mandi. Kemudian pelaku keluar untuk membeli wadah jenis tupperware. Dia juga membeli golok untuk memotong tubuh korban.

Pelaku membeli barang tersebut menggunakan uang korban yang ada di dompet milik korban.

Setelah membeli perlengkapan, pelaku memotong-motong tubuh korban di kamar mandi.

Pelaku pertama kali memotong kepala korban. Potongan kepala korban dimasukkan ke dalam bungkusan plastik dan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan.

Kanit 3 Reskrim Polres Banyumas Ipda Rizky Adhiyanzah mengatakan tubuh korban dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama yakni kepala dan kedua tangan, bagian kedua badan, dan bagian ketiga pinggul hingga kaki.

“Pelaku meminta bantuan orang lain mengangkat kontainer yang berisi potongan badan korban. Pelaku mengatakan kepada orang tersebut bahwa isi kontainer tersebut adalah barang pecah belah,” kata Ipda Rizky.

Potongan tubuh korban disusun oleh pelaku di bagian belakang mobil korban berwarna silver bernomor polisi D 1058 VBQ.

Pelaku langsung membawa mobil dan potongan tubuh korban ke Jawa Tengah.

Potongan tubuh korban dibuang dan dibakar di dua kabupaten di Jawa Tengah.

Pertama di Desa Watuwatu Kecamatan Tambaka, Kabupaten Banyumas. Kedua di Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen.

“Di Sempor ini dua TKP, satunya di gorong-gorong, satunya agak jauh di bawah pohon bambu,” jelasnya.

Pelaku membakar potongan tubuh korban di gorong-gorong Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen.

Selanjutnya, pelaku menjual mobil milik korban di salah satu showroom mobil di Purwokerto Selatan seharga Rp 100 juta.

Saat transaksi itulah, pelaku ditangkap di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan pada Kamis (11/7) sore, seperti dikutip dari Pojoksatu.id.