Kaburkan Kasus Perselingkuhannya, Kades Pakai Laporan Polisi dan Intimidasi

0
952

MERANGIN – Mencuatnya kasus diduga perselingkuhan Kepala Desa Sungai Udang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin membuat geram warga. Sebaliknya, Kades melaporkan ke polisi dan diduga berupaya mengaburkan kasus.

Penelusuran awak media, suasana desa semakin gaduh. Menyebarnya kabar kades melapor ke polisi, makin membuat suasana panas. Kondisi semakin memburuk, saat warga diduga di intimidasi terkait kabar ini.

“Lewat Kadus (Kepala Dusun) Kades mendatangi warga. Siapa yang menyebarkan. Tidak boleh menyebarkan berita media. Warga didatangi. Dibilangi, nanti dilaporkan polisi,” kata warga pada Dinamika Jambi, Rabu (10/07/2019).

Hal yang sama, dilakukan pada media online ini. Melalui telepon seluler, seseorang berupaya mengintimidasi awak media atas pemberitaan tersebut. Penelpon yang mengaku bernama Slamet, warga RT 16, Sungai Udang.

“Dinamika Jambi saya laporkan ke Polsek. Atas berita perselingkuhan itu,” kata si penelpon pada Senin (08/07/2019) malam.

Berita Terkait : Kades di Pamenang Selingkuhi Istri Timsesnya, Tapi Diduga Rekayasa?

Ia mendesak meminta narasumber dalam berita. Ia berulang kali menyebutkan telah melaporkan ke Polsek Pamenang.

Siapa Slamet ini? Pertanyaan ini lantas memacu awak media menelusuri sosok ini. Ternyata benar, ada warga bernama Slamet. Informasi yang dihimpun, Ia kaki tangan dibalik gelontoran Dana Desa Rp 600 juta untuk membangun GOS di anggaran 2019. Ia juga disebut-sebut, pengurus golnya gedung pada 2018 yang ternyata sudah menelan uang rakyat Rp 200 juta.

Berita Terkait : Habiskan DD 600 Juta, Kades Sungai Udang Tabrak Peraturan Menteri

Dikonfirmasi awak media, Kapolsek Pamenang, AKP Niko Darutama membenarkan adanya laporan terkait. Bilangnya, laporan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Desa, Ahmad Yusuf.

“Ada. Laporan tersebut kadesnya sendiri melaporkan,” katanya, Rabu (10/07/2019).

Kapolsek mengaku belum mengetahui siapa yang dilaporkan sang kades lantaran Ia tak berada di tempat.

Sementara Kades, enggan menanggapi pertanyaan awak media saat ditemui di Kantor Bupati Merangin, Kamis (11/07/2019) usai sosialisasi BNN.

“Maaf ya, saya ngak mau komentar disini,” singkatnya dengan langkah cepat dan berupaya menghindari.

Namun kemudian, kades menyampaikan pesan terkait hal tersebut. Bilangnya, kasus ini sudah selesai dan menyiratkan bukan awak media maupun Dinamika Jambi dilaporkan pada pesan selanjutnya.

“Gk ada kmu jd korbn krn yg kmi laporkn bukan media,” katanya.

Usut punya usut, laporan kades tersebut rupanya pada warga. Salah satu warga, disebut dalam laporan yang dilayangkan pada Sabtu (06/07/2019).

Upaya kades lewat laporan polisi ini disebut warga sebagai upaya mengaburkan kasus perselingkuhan. Selain laporan tersebut, kabar uang Rp 20 juta yang diduga sebagai uang denda, kini disebut sebagai uang utang.

“Jadi, skenario tersebut disebar ke orang-orang. Agar kasus ini kabur. Uang 20 juta ini, dibayar ke HA. Dipotong utang Rp 34 juta,” kata warga seraya memberikan rekaman.

Semakin gaduhnya kasus ini, kata warga, membuat kades dan perangkat desanya mengelar pertemuan tertutup. Ada 2 pertemuan yang digelar setelah kasus ini mencuat.

“Kami dapat kabar ada rapat desa, kami cek ke desa tidak ada. Kami cek ke kecamatan, tidak ada. Kami ingin tau. Kami akan pantau ini,” tegas sejumlah warga yang bertemu wartawan media daring ini.

“Yang jelas, kami punya bukti. Ini akan segera muncul,” katanya. (Erw)