Terpuruk Hingga Pertengahan 2019, Harga CPO Masih Berpotensi Membaik

0
449

JAKARTA – Pergerakan harga komoditas crude palm oil (CPO) sepanjang semester I-2019 tercatat masih terpuruk. Hal ini tampak dalam data Bloomberg yang menunjukkan adanya penurunan sebanyak 11,08% dalam enam bulan pertama 2019.

Harga CPO sudah merosot hingga RM 243 per metrik ton hingga Jumat (28/6) dn ditutup pada RM 1.951 per metrik ton pada akhir semester I-2019. Ini sekaligus menjadi harga terendah dalam enam bulan pertama 2019. Padahal, di akhir Januari 2019 harga CPO sempat menyentuh level tertinggi RM 2.337 per metrik ton.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menilai, pergerakan harga CPO secara teknikal menunjukkan peluang rebound. Hal ini seiring adanya kabar bahwa permintaan dari China akan meningkat.

“Selain itu, kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang menahan rencana untuk kenaikan tarif impor, membuat kondisi pasar saat ini lebih kondusif,” kata Yudi kepada Kontan.co.id, Selasa (2/7).

Perang dagang yang mereda serta ekonomi global yang terus membaik diharapkan mampu memperbaiki permintaan pasar terhadap komoditas CPO. Yudiawan meyakini, faktor-faktor tersebut yang akan mempengaruhi pergerakan CPO di sisa akhir 2019.

Dia menambahkan, rencana pemangkasan suku bunga acuan bank sentral AS disinyalir tidak akan memberi dampak signifikan bagi pergerakan CPO. Hanya saja, mengingat acuan harga CPO menggunakan kurs ringgit, maka setiap terjadi penguatan pada kurs ringgit mampu menekan harga CPO di pasar global. Kendati demikian,

Yudi optimistis harga CPO masih berpotensi bullish dengan rekomendasi buy on dips. Untuk jangka pendek, Yudi memperkirakan harga CPO berada di rentang RM 1.950 per metrik ton, hingga RM 2.060 per metrik ton. Sedangkan hingga akhir tahun, CPO akan bergerak dengan kisaran support RM 1.850 per metrik ton hingga level resistance RM 2.200 per metrik ton.

Sumber : KONTAN.CO.ID