SMK BD 1 Jambi Usir Siswanya Saat Ujian, Eppi : Saya Yang Akan Bayar

0
560

JAMBI – Terkait kebijakan dari Kepala Sekolah SMK BD 1 Jambi, yang dengan teganya mengusir siswanya pada saat ujian karena tidak melunasi pembayaran sekolah, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi angkat bicara.

Betapa tidak, sikap dari pihak sekolah yang dinilainya tidak mencerminkan seorang guru didik yang baik itu, seharusnya tidak boleh terjadi, karena menurutnya itu adalah pembatasan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Itu kan seharusnya tidak boleh terjadi lagi di muka bumi ini, karena Sekolah ini kan merupakan hak setiap manusia. Jalan jadikan permasalahan uang, membuat hak seorang siswa tidak bisa memenuhi hak pendidikan mereka.” ujar Eppi Suryadi, selaku anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi pada Dinamikajambi.com, Senin (17/6/19).

Dirinya juga menyampaikan, selaku anggota Komisi IV DPRD akan meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan pihak sekolah, dan meminta agar siswa itu bisa mengikuti ujiannya.

“Nanti akan kami bicarakan lagi, dan memintaku pihak Diknas untuk datang ke sekolah untuk mengurusnya. Supaya murid tersebut bisa mengikuti kembali ujiannya.” ungkapnya.

Selain itu, sekalu dirinya pribadi Eppi sangat menyangkan mengapa hal ini bisa terjadi, dan apabila nantinya pihak sekolah tidak juga bisa membiarkan siswa tersebut mengikuti ujiannya karena belum melunasi administrasi sekolah, ia yang akan bertanggung jawab dan membayarnya.

“Nanti kalau tidak juga bisa diperbolehkan ikut ujian, dan diselesaikan secara bermusyawarah, bilang kepada pihak sekolahnya, saya yang akan bertanggung jawab dan membayar uang tunggakan tersebut.” tegasnya.

Menurutnya, dengan cara tidak memperbolehkan siswa tersebut mengikuti ujian dengan dalih masalah biaya, itu sangatlah miris. Itu tidak boleh terjadi lagi, dan sudah diatur dalam undang-undangnya.

(Nrs)