Divonis Hukuman Mati, Terdakwa Kasus Narkoba Ini Ngamuk di Pengadilan

0
156

MEDAN – Terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba, Junaidi Siagian, mengamuk di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/6). Junaidi tak terima dengan keputusan hakim yang memvonisnya hukuman mati.

Hakim menyebut bahwa Junaidi terbukti menyelundupkan narkoba 53,3 kilogram dari Malaysia. Dia melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Mempertimbangkan, tidak ada hal yang dapat meringankan perbuatan kedua terdakwa. Mengadili Junaidi dengan pidana mati,” ujar Ketua Majelis Hakim Gosen Butarbutar di persidangan seperti dilansir dari Kumparan.com.

Saat hakim membacakan vonis, kekesalan Junaidi dilampiaskan dengan menghujat Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ia anggap tidak mengedepankan aspek keadilan. “Saya tidak terima, saya kutuk dunia akhirat, kau, jaksa,” kata Junaidi sambil menunjuk anggota JPU, Rahmi Syafrina.

Junaidi merasa JPU tebang pilih dalam menegakkan hukum. Pasalnya, dalam sidang tersebut, ada 4 tersangka lainnya yang sama-sama dijerat, namun hanya dirinya yang divonis mati.

“Aku ini hanya korban,” teriak Junaidi sambil meninggalkan ruang persidangan yang dikawal polisi.

Merasa tidak puas dengan vonis hakim, Junaidi, melalui pengacaranya, Sriwahyuni, akan menempuh jalur banding. “Berkas-berkasnya akan kami siapkan,” kata Sriwahyuni.

Ditemui terpisah, Rahmi menegaskan, hukuman yang diterima Junaidi sudah sesuai aturan hukum. Terlebih, tuntutan jaksa diperkuat hakim yang menyebut Junaidi terbukti bersalah.

“Tervonis tidak bisa membuktikan bahwa dia adalah korban, justru terbukti bahwa dia adalah dalangnya. Hakim memvonis sesuai dengan peran mereka masing-masing,” ujar Rahmi.