Direkturnya Tersangka, KPK Diminta Usut Proyek PT SSN di Batanghari

0
627

BATANGHARI – Sehubungan pengembangan kasus OTT di Provinsi Jambi, aktivis Batanghari mengundang KPK mengusut proyek yang ada di Bumi Serentak Bak Regam. Aroma menyengat dari proyek-proyek yang dijalankan perusahaan yang terseret gratifikasi itu, tak kalah penting dalam pemberantasan korupsi.

Sebelumnya untuk diketahui, OTT KPK yang berujung kepada mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, PT. Sumber Swarna Nusa turut terseret didalamnya. Pasalnya, sang kontraktor perusahaan itu, salah satu dari 12 orang tersangka baru yang ditetapkan KPK.

Kasus gratifikasi ketok palu APBD Provinsi Jambi itu, menyeret para rekanan yang patut diduga menggarap proyek fantastis di Batanghari.

Dengan nilai yang fantastis dan diduga ada unsur permainan untuk meloloskan proyek tersebut diantaranya senilai Rp. 11.119.302.000 pada tahun 2016 dan Rp 24.842.895.000 pada 2017.

Oleh karena itu masyarakat meminta kepada KPK untuk mengusut oknum Direktur PT. Sumber Swarna Nusa sehubungan dengan proyek yang dikerjakannya di Kabupaten Batanghari.

Usman Yusup, salah satu aktivis di Kabupaten Batanghari angkat bicara. Sorotan tajam Usman, dibuka saat ditemui awak media di Sekretariat Forwam BBC Blok D6.

“Ini ada hal lain yang juga tidak kalah pentingnya dari pengembangan kasus tersebut oleh penyidik KPK dengan ditetapkannya Direktur PT. Sumber Swarna Nusa sebagai salah seorang tersangka pada kasus itu. Pihak penyidik KPK harus mengusut beberapa proyek yang dikerjakan oleh PT. SSN di Kabupaten Batanghari pada Tahun anggaran 2016 dan Tahun 2017, baik kwalitas pekerjaan maupun proses sebelum pengerjaan. Karena untuk mendapatkan proyek tersebut, diduga terjadi kongkalikong antara pihak kontraktor dengan oknum-oknum tertentu,” tegasnya.

“Proyek tersebut antara lain, contoh yaitu peningkatan jalan Simpang Kilangan – Desa Tiang Tunggang tahun anggaran 2016 senilai Rp. 11.119.302.000-, dan peningkatan kapasitas struktur aspal ke perkerasan beton jalan Desa Kilangan – Desa Tiang Tunggang tahun anggaran 2017 senilai Rp. 24.842.895.000-, yang ada di Batanghari, Provinsi Jambi”, terang Usman Yusup. (Ali Kucir)