Bela Teman Yang Dipukul Kepsek Karena Pakai Jaket di Sekolah, Siswa Ini Tidak Diluluskan ?

0
738

LOMBOK – Terungkap kabar terbaru Aldi Irpan siswa SMA di Lombok yang sebelumnya heboh diberitakan tak diluluskan oleh pihak sekolah karena membela temannya.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Akhirnya Diluluskan, Aldi Menangis Lalu Peluk Kepala Sekolah’, kabar terbaru siswa kelas XII Jurusan IPS SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur itu akhirnya diluluskan oleh pihak sekolah, Sabtu (25/5/2019).

Aldi Irpan yang didampingi keluarga hingga Lembaga Perlindungan Anak dan Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Mataram (Unram), bertemu pihak sekolah untuk penyerahan surat kelulusan.

Penyerahan surat kelulusan Aldi itu merupakan salah satu dari empat poin rekomendasi Ombudsman RI perwakilan NTB setelah menerima laporan dari Aldi terkait ketidaklulusannya.

Beberapa kali kepala sekolah memberi semangat sambil memegang kepala Aldi serta beberapa guru juga memberikan pelukan kepadanya.

Air mata Aldi pun tumpah karena terharu. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu saya memerjuangkan nasib saya.

Saya tidak bisa mengucapkan apa pun kecuali rasa syukur, saya berterima kasih,” kata Aldi terharu.

Kepala sekolah mengatakan, apa yang telah terjadi memberikan pelajaran berharga bagi semua pihak, baik dirinya maupun Aldi.

“Banyak hikmah yang kami dapatkan dari kasus ini, kedisiplinan tetap akan kami terapkan meski ini sekolah pinggiran di kaki gunung,” katanya.

Pihak keluarga merasa lega dan berkali-kali mengucapkan syukur, termasuk sejumlah bibi Aldi yang turut mengantar Aldi ke sekolah.

Komisioner Ombudsman RI perwakilan NTB, Sahabuddin mengatakan keputusan kelulusan diambil pihak sekolah setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut penyelesaian laporan dari Aldi.

“Temuan kami dari bukti-bukti, hasil klarifikasi dan evaluasi dokumen serta data-data resmi sekolah, kami menemukan adanya mala-administrasi dari penentuan kelulusan terhadap Aldi,” ungkap Sahabuddin.

Diberitakan sebelumnya, Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus hanya karena berani melawan kebijakan kepala sekolah.

Lewat pernyataannya kepada Kompas.com (jaringan Surya.co.id) melalui sambungan telepon, Aldi Irpan dianggap tidak menurut dengan peraturan yang digalakkan oleh kepala sekolahnya.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya,” kata Aldi Irpan.

Kejadian bermula pada 22 Januari 2019 lalu saat Aldi Irpan membela temannya yang dinyatakan melanggar peraturan sekolah.

Bukan karena bertindak badung, temannya ini hanya mengenakan jaket di lingkungan sekolah lantaran cuaca di Sembalun yang terletak di kaki Gunung Rinjani begitu dingin.

Kedinginan, teman Aldi Irpan yang bernama Holikul Amin tetap nekat mengenakan jaket dan malah kena lempar bak sampah oleh kepala sekolah karena dianggap tak mau menurut.

“Padahal ketika itu kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah,” lanjut Aldi Irpan.

Tak cuma soal masalah jaket saja, Aldi Irpan mengatakan ia sudah beberapa kali melawan kebijakan kepala sekolah yang dinilai tak adil.

Ia melakukannya semata-mata demi teman-temannya sendiri.

Aldi Irpan juga pernah malayangkan protes kepada pihak sekolahnya karena banyak siswa yang dipulangkan gara-gara terlambat masuk.

Padahal, di tengah cuaca musim hujan, kondisi jalanan di Sembalun tertimbun longsor sehingga menyebabkan lalu lintas terhambat.

Dampaknya, Aldi Irpan dan sejumlah temannya justru dipanggil ke ruang kepala sekolah gara-gara status Facebook ini.

Bukannya diapresiasi, Aldi Irpan malah diperintahkan untuk pindah sekolah atau kalau tidak ia diancam tak bakal diluluskan saat ujian akhir nanti.

Bukan cuma itu, Aldi Irpan juga pernah dipulangkan gara-gara memakai pakaian yang tak sesuai ketentuan lantaran seragam sekolahnya basah.

Peristiwa ini terjadi saat try out yang diselenggarakan pada 6 Mei 2019.

Karena menolak pulang, Aldi Irpan bahkan sampai disidang di sebuah rapat yang membahas soal pemecatan dirinya dari sekolah.

Aldi Irpan dan kedua orangtuanya sempat beritikad baik meminta maaf dengan berkunjung ke rumah kepala sekolah.

Alih-alih diterima dengan baik, kepala sekolahnya justru tak menerima permintaan maaf tersebut lantaran dilakukan pada hari Minggu bukan hari kerja.

Orangtua Aldi Irpan yang merupakan petani lantas merasa sedih.

Dan benar saja, di pengumuman kelulusan yang diterima, Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus ujian.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, pihak Dinas Pendidikan NTB akan segera memanggil Kepala SMAN 1 Sembalun.

 

 

 

Sumber : Surya.co.id