Ngamuk, Warga Wagete Bakar Markas Kepolisian

0
148

JAYAPURA – Seorang warga Wagete, Kabupaten Deiyai, Papua, dikabarkan tewas ditembak polisi pada Selasa (21/5/2019) petang, dan seorang lainnya terluka parah. Warga Wagete yang  marah membakar markas Kepolisian Sektor Tigi di Deiyai.

Informasi itu disampaikan Pastor Santon Tekege Pr saat dihubungi di Wagete, Selasa (21/5/2019) malam. Pastor Tekege menuturkan penembakan itu bermula dari empat pemuda yang mabuk mencegat mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete.

“Mereka mencegat satu mobil yang melintas, dan meminta sopir memberi uang Rp10.000 untuk membeli rokok. Sopir menyatakan tidak punya uang, sehingga dia beradu mulut dengan keempat pemuda itu. Sopir lalu turun dari mobil, dan mengejar mereka dengan mengacungkan parang,” kata Pastor Tekege.

Keempat pemuda itu melarikan diri, sehingga sopir kembali ke mobil. Akan tetapi, ketika mobil itu hendak pergi, keempat pemuda datang bersama sekelompok orang lainnya, dan menghancurkan kaca mobil itu.

Sopir mobil itu melarikan diri dan melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi. Menurut Pastor Tekege, polisi dari Polsek Tigi datang ke lokasi pemalangan, dan melepaskan tembakan. Seorang warga, Elianus Dogopiai, terkena tembakan di bagian paha, dan dilarikan ke Rumah Sakit Deiyai.

Penembakan itu membuat warga di Wagete marah, dan mendatangi markas Polsek Tigi. Warga yang marah akhirnya membakar markas Polsek Tigi pada Selasa petang. Polisi akhirnya mengejar massa, dan beberapa kali melepaskan tembakan. Salah satu tembakan itu mengenai kepala Julius Mote, yang meninggal di lokasi penembakan.

“Ada banyak polisi dan Brimob dari Enarotali dan Deiyai turun ke Wagete, dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Mereka melepas tembakan, suara tembakan terdengar berulang kali, beberapa warga lainnya dikabarkan terluka karena tembakan, namun kami belum bisa memastikan identitas para korban. Mulai pukul 19.00, aliran listrik di Wagete dipadamkan, dan suasananya mencekam,”ungkap Pastor Tekege.

Pastor Tekege menyatakan cara polisi menangani pencegatan mobil yang melintas di Wagete itu menunjukkan polisi lebih mengedepankan pendekatan represif ketimbang upaya persuasif. “Polisi harus bertanggung jawab atas penembakan itu,”ungkap Pastor Tekege.

Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Okto Pekey yang dihubungi melalui sambungan telepon saat berada di Nabire menyatakan pihaknya juga telah menerima informasi tentang penembakan di Kabupaten Deiyai itu. “Saya di Nabire, dan sudah menerima informasi bahwa ada penembakan di Deiyai,”ungkap Pekey melalui pesan singkatnya menjawab pertanyaan Jubi dari Nabire, Selasa (21/05/2019) malam.

Hingga kini, belum diperoleh konfirmasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua terkait informasi penembakan terhadap dua warga Kabupaten Deiyai, berikut kabar pembakaran markas Polsek Tigi itu. Upaya wartawan Jubi menghubungi Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal pada Selasa malam belum mendapat jawaban.

Sumber : Jubi.co.id