Tender Cleaning Service Sampai 4 Kali? Iwan : Kami Laporkan Ke Gubernur

0
339

JAMBI – Diduga ada permainan, tender Cleaning Service di RSUD Raden Mattaher, 3 kali gagal. Upaya terselubung dibalik kegagalan itu, diduga untuk kepentingan tertentu.

Usut punya usut, tender tersebut sedianya dianggarkan sekira Rp 5 Milyar. Namun lantaran ditunda, tender terus turun hingga ke angka Rp 3,5 Milyar.

Dalam kurun waktu tersebut, pembiayaan tenaga kebersihan itu, dikeluarkan dari dana BLUD. Biaya untuk sekitar 130 pekerja, merogoh anggaran sekira Rp 500 juta.

Dari informasi terpercaya awak media, peserta tender terdata 9 perusahaan. 7 perusahaan menawarkan Rp 3,4 Milyar hingga tertinggi Rp 3,9 Milyar. Sedangkan 2 perusahaan lain, menawarkan Rp 74 juta dan tanpa penawaran.

“Kita tidak tau maksudnya apa, tender ini kok diulang lagi. Kabarnya, pemenang sudah disiapkan, tapi selalu gagal makanya diulang,” sebut sumber seraya mewanti namanya disebut.

Terkait kabar tender cleaning service yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi sudah 3 kali gagal, dan akan dilakukan pengajuan ke 4 kalinya lagi, dibenarkan Jafri, ULP Provinsi Jambi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/5/19).

“Ya benar, ini adalah yang ke 4 kalinya.” kata Jafri.

Ketika ditanyakan apa penyebabnya hal itu bisa sampai 4 kali ? Jafri mengatakan bahwa memang tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan. Sehingga, tender tersebut tidak bisa diterima.

“Kalau sudah ada yang memenuhi persyaratan, pasti sudah ada yang menjadi pemenangnya. Satu kali pun sudah bisa,” jelasnya lagi.

Mengenai apa yang menjadi persyaratannya tersebut, ia menyebutkan seperti administrasi, teknis dan kualifikasi.

Dirinya juga mengatakan, jika tender ini tidak segera dimenangkan, maka secara tidak langsung pihak yang bersangkutan tidak akan mendapatkan cleaning service, dan terpaksa harus mengeluarkan dana sendiri untuk membayar tenaga kerja cleaning service tersebut.

Selain itu, Kepala ULP itu juga menyebut mengenai pengajuan terder tersebut, pihaknya hanya menerima yang memenuhi persyaratan saja.

“Kalau dikira pokjanya yang salah, kita sudah ganti Pokja, ternyata juga begitu. Pokjanya itu ngomongnya sama. Berarti memang mereka tidak memenuhi syarat.” terangnya.

Selain itu Jafri juga mengatakan, salah satu alasannya mengapa tender ini tidak bisa diterima selain tidak memenuhi syarat, juga dikarenakan peletakan anggarannya yang terlalu tinggi.

“Mungkin mereka terlalu besar membuat anggaran, kita gak tau, mungkin mereka banyak persyaratan, kita juga gak tahu. Kita hanya menerima persyaratan yang mereka serahkan. Tugas kita hanya melelang, yang sudah mereka syaratkan.” imbuhnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, dr. Iwan menegaskan akan melaporkan kepada Gubernur Jambi, jika kali ini gagal lagi.

“ULP, kalau batal lagi, kami laporkan ke pak Gubernur.” sebut Iwan saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Ia juga mengaku, pihaknya belum tahu apa penyebab tender tersebut gagal. “Itu yang belum ada surat ke kami.” pungkasnya. (Red)