Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi Siap Berdiri di Belakang Prabowo Sandi

0
9694
Ari Kurniadi, Presma UIN STS Jambi siap mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini disampaikan pada DinamikaJambi.com, Senin (20/05/2019) terkait kecurangan Pilpres
Ari Kurniadi, Presma UIN STS Jambi siap mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini disampaikan pada DinamikaJambi.com, Senin (20/05/2019) terkait kecurangan Pilpres

JAMBI – Tudingan kubu Prabowo-Sandi mengenai kecurangan yang masif dan terstruktur yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, yang katanya cenderung condong ke petahana, tentu ini menjadi sebuah isu nasional yang hangat.

Pemuda atau mahasiswa tentu tidak boleh tinggal diam, harus ada sikap bijak yang di ambil dalam menanggapi hal ini.

Tidak terlepas Ari Kurniadi, Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi ini juga mengomentari akan hal tersebut. Jika memang ada data fakta yang kuat mengenai kecurangan dalam pilpres kali ini, mahasiswa mendukung Prabowo-Sandi ke jalur hukum.

“Tentu kami mahasiswa sangat mendukung pihak 02 untuk membawa nya ke ranah hukum atau Mahkamah Konstitusi atas ketidakadilan yang di rasakan. Bahkan kami siap berdiri bersama untuk mengawal sama-sama karena jelas, berdasarkan undang-undang bahwa negara kita adalah negara hukum,” tegas Ari Kurniadi, Senin (20/05/2019).

Berita Lainnya : Miliki Suara Emas, Buruh Bangunan di Jambi Mendadak Viral di Medsos

“Tentu harus ada mekanisme hukum yang di tempuh jika terdapat kecurangan,” ujarnya.

Namun, masih disampaikan aktivis kampus ini, apabila ingin menggiring opini ke publik dan masyarakat luas agar turun bersama-sama agar tidak percaya kepada instansi terkait seperti KPU maupun aparat penegak hukum lainnya, tentu ini hal yang sangat keliru. Terutama isu people power yang di gembar-gemborkan.

“Kami sebagai mahasiswa sangat menentang akan hal ini, dan harapannya masyarakat dapat lebih bijak dalam mengahadapi kontestasi politik di negeri ini, terutama para kaum intelektual muda atau biasa yang di sebut dengan mahasiswa, harus sangat berhati-hati dan bijaksana. Kita tidak ingin kegaduhan ini berlanjut pada hal-hal yang tidak di inginkan yang dapat merugikan negara serta merusak kondusifitas bangsa Indonesia,” paparnya.

Bukan apa-apa, praktik demokrasi itu sendiri sudah berjalan dari tingkat pemilihan kepala desa hingga presiden. Sedangkan dalam pemilu, proses penghitungan suara berjenjang dan diikuti langsung saksi terkait.

“Karena jujur, berbicara masalah kecurangan, saya faham betul bagaimana pleno perhitungan suara dari mulai tingkat desa hingga seterusnya yang di mana jangan kan mau ada kecurangan masif, selisih satu suara saja sudah ribut itu sesama saksi partai. Tentunya kan saksi masing-masing calon maupun partai sudah menyepakati hasil nya dari mulai tingkat bawah,” terang Ketua DEMA UIN STS Jambi.

Artinya, sambung mahasiswa yang juga aktif di media sosial ini bilang, data yang di input oleh KPU pusat adalah datang matang yang sudah di godok di bawah.

Berita Lainnya : Jangan Gaduh, Presiden UIN Jambi Angkat Bicara Pasca Pilpres

“Soal kesalahan dalam proses input data atau human error tentu ini tidak bisa di katakan kecurangan yang masif. Yang bekerja pun manusia biasa. Lagian juga ketika ada laporan kesalahan langsung di perbaiki, artinya transparansi KPU sudah sangat baik,” tegas Ari. (Erw)