Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Sampaikan Momentum Baik di Bulan Suci

Pemerintahan

KERINCI – Gubernur Jambi, Dr. Drs. H.Fachrori Umar, M.Hum mengemukakan bahwa momentum Safari Ramadhan dapat mempererat kebersamaan ulama dan umara (pemimpin) sebagai sarana kedekatan dengan masyarakat dalam mengisi pembangunan. Hal itu dikatakan pada Safari Ramadhan 1440 H Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Kerinci, bertempat di Masjid Al-Mubarok Koto Dian Pulau Tengah, Kabupaten Kerinci, Jum’at (17/05/2019) malam.

Safari Ramadhan di Kabupaten Kerinci bertemakan “Kita Pererat Ukhuwah Islamiyah demi Terwujudnya Kerinci yang Lebih Baik dan Berkeadilan Menuju Jambi TUNTAS 2021.” Safari Ramadhan tersebut juga diikuti Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj.Rahima Fachrori, Sekda Provinsi Jambi, Drs, H.M Dianto, M.Si, dan beberapa orang pejabat dari Pemerintah Provinsi. Kegiatan diawali dengan berbuka puasa bersama di Masjid Al-Mubarok, dilanjutkan sholat tarawih berjamaah.

Pada kesempatan ini, gubernur menyerahkan bantuan Pemprov secara simbolis kepada Masjid Al-Mubarok berupa uang senilai Rp15 juta, yang diterima pengurus masjid, dan bantuan untuk Pondok Pesantren Jami’atul Insaniyah Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci senilai Rp 40 juta, yang diterima pengurus ponpes.

“Safari Ramadan merupakan ajang silaturahmi antara sesama muslim di Bulan Suci Ramadan, terlebih bagi Pemerintah Provinsi Jambi dengan seluruh lapisan masyarakat yang ada di kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Silaturahmi seperti ini sangat dianjurkan karena memiliki efek yang sangat baik dalam membina kehidupan bermasyarakat, baik kehidupan secara individu maupun kehidupan sosial serta peningkatan pembangunan di Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.

“Safari Ramadan yang dilaksanakan ini secara langsung dapat memperkuat ikatan kebersamaan antara masyarakat dengan pemerintah, karena pemerintah akan mengetahui suatu masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga menjadi masukan bagi pemerintah agar dapat ditindaklanjuti kedepannya,” sambung Fachrori.

Pelaksanaan ibadah puasa di Provinsi Jambi sampai saat ini berjalan aman dan lancar. Begitu juga pasca pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 yang sudah berjalan aman dan lancar serta situasi di masyarakat sangat kondusif.

“Alhamdulillah, pasca pemilu hingga pelaksanaan bulan Ramadhan ini situasi di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Jambi kondusif aman, Insha Allah, ini akan kita jaga bersama-sama,” ajak Fachrori.

Selanjutnya, Fachrori mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Sidiq artinya benar atau jujur, amanah artinya bisa dipercaya, fathonah artinya cerdas, dan tabligh artinya menyeru kepada kebaikan.

Sebelumnya, Bupati Kerinci, Dr.H. Adi Rozal, M.Si mengucapkan terima kasih kepada tim Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi yang telah berkunjung ke Kabupaten Kerinci, apalagi dipimpin langsung oleh gubernur Jambi.

“Kami atas nama masyarakat Kerinci mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur Jamb, Ketua TP PKK PRovinsi Jambi, dan rombongan,” kata bupati.

“Perhatian Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pembangunan di Kabupaten kerinci cukup besar, banyak bantuan provinsi yang telah kita rasakan, contoh jalan sudah banyak yang diperbaiki, begitu juga perjuangan Pemerintah Provinsi Jambi membangun jalan nasional, dulu kita ke Jambi menempuh waktu 12 jam dan 14 jam sekarang cukup 8 jam atau 9 jam saja, kita juga bisa satu jam, melalui bandara Depati Parbo yang alhamdulilah sudah ada perbaikan,” tutur Adi Rozal.

“Semenjak harga pertanian naik, seperti kopi, kayu kulit manis, dan yang lainnya, tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat juga berimplikasi terhadap pemerintahan. Alhamdulillah, indeks Perekonomian Kerinci dari tahun ke tahun terus meningkat, sekarang 6,4,” ungkap bupati.

Adi Rozal minta seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk tidak mudah terhasut dengan hal-hal yang bisa memecah belah. “Sebagus apapun air terjun atau taman yang dibuat, kalau kita di sini tidak aman, masih saling ribut dan saling berkelahi antar desa, orang takut datang, untuk itu tunjukan kebersamaan dan keyamanan orang yang datang ketempat kita,” pungkas Bupati.

Dalam tausiah yang sampaikan Al-Ustadz H.Hasan Basri dikemukakan, dalam melaksanakan ibadah puasa perlu sikap hati-hati agar terhindar dari segala hal atau perkara yang dapat membatalkan maupun hal yang dapat mengurangi kesempurnaan nilai ibadah yang dijalankan,” ujar Hasan Basri. (Hmsprov)