Mengamati PDIP di Pemilu 2019

0
274

KALAU saya perhatikan PDIP telah menerapkan konsep self development by process. Atau pengambangan organisasi melalui proses.
Apa itu ?

Pertama, PDIP focus mengembangkan branded.

Kedua, PDIP focus kepada delivery product.

Ketiga, PDIP focus mengembangkan sumber daya manusia.

PDIP sangat sadar bahwa Jokowi adalah output partai dari proses pengkaderan yang panjang. Bukankah Partai salah satu fungsinya adalah melahirkan pemimpin lewat proses pengkaderan. Nah setelah kader berhasil tampil sebagai pemimpin maka kader itu bukan hanya dijadikan sapi perahan tetapi harus menjadi alat untuk meningkatkan value partai.

Makanya PDIP tidak jadi partai asal bapak senang tetapi lebih kepada pengawal tugas presiden untuk menjaga citra partai. Citra itu tidak lewat aksi populis penuh retorika tetapi lewat program kerja yang diimplementasikan. Program kerja ini disepakati yang dikemas apa yang disebut dengan nawacita.

Makanya PDIP terkesan oposisi terhadap Jokowi agar memastikan Jokowi melaksanakan program kerja yang ada. Jadi jangan kaget bila Jokowi membangun tidak melihat apakah daerah itu basis massa nya atau tidak. Ini bagian dari proses membangun branded partai nasionalis yang pro kepada rakyat miskin dan keadilan. Tugas PDIP memastikan itu. Kalau ada kader PDIP yang terangkut kasus hukum maka tanpa perlu menunggu proses pengadilan, kader itu langsung dipecat.. Bukannya dibela, Ini bagian dari pengembangan branded.

Walau begitu, PDIP tetap terus membina kader agar dapat melahirkan pemimpin dari internal PDIP sendiri. Namun mengembangkan SDM untuk memimpin tentu tidak bisa instant. Makanya kalau memang basis massa PDIP besar di DAPIL maka PDIP akan mengutamakan kadernya maju walau elektabilitasnya rendah.

Kalah menang itu biasa sebagai proses pembelajaran dan pengambangan partai. Dalam Pileg tahun 2019 ini PDIP termasuk baik prestasinya menempatkan kadernya sendiri sebagai anggota DPR RI ada di angka 20% lebih ( Hasil Quick Count ). Tentu ini progress yang baik dan kedepan tentu akan terus ditingkatkan.

Jadi Partai islam jangan nyinyir, jika tahun 2024 PDIP akan tetap punya Capres di panggung politik.

Salam Hangat…
Budi Haryanto Web, Pemerhati Media Sosial