Belasan Tumbang Gara-gara Pemilu, KPU Usulkan Dana Adhock ke KPU RI

0
237

SAROLANGUN – Sedikitnya belasan anggota penyelenggara pemilu di Kabupaten Sarolangun jatuh sakit dan tertimpa musibah saat melakukan tugasnya sebagai penyelengara pemilu. Kejadian itu terjadi baik sebelum pencoblosan maupun ketika rekapitulasi penghitungan suara.

Ketua KPU Sarolangun M. Fakhri mengatakan bahwa sampai saat ini, anggota penyelenggara pemilu 2019 di Kabupaten Sarolangun, mulai dari PPK, PPS dan KPPS kurang lebih ada 14 orang yang terdata mengalami sakit, dimulai dari yang mengalami sakit ringan, sakit parah, maupun terjadi kecelakaan.

Dari 14 orang yang sakit terdapat 3 orang mengalami luka lecet karena jatuh dari sepeda motor, pertama atas nama Ridho saputra anggota PPK dan dua orang lagi kecelakaan saat berboncengan atas nama Namira dan Novi Hendri.

”Yang kecelakaan 3 orang yakni PPK Limun atas nama Ridho saat menjemput logistik ke KPU. Saat itu dia menggunakan sepeda motor, kemudian dari sekretariat PPS Pelawan kejadian sewaktu pengepakan logistik,” katanya, Senin (29/4/19).

Selain dari musibah kecelakaan, ada juga anggota yang mengalami depresi atas nama Mardiana, yaitu petugas TPS Desa Batu kucing. Disusul PPK Kecamatan Limun 2 orang yaitu atas nama Fahrowi dan Amin Jayadi

“Mardiana menggalami ngigau, depresi berat sewaktu rekapitaulasi, dua orang itu setelah rekap di Limun. Malam tu meraung mekik,” ujarnya.

Terkait dengan perihal diatas, ada yang lebih mengejutkan lagi. Anggota PPS yang memang bekerja 32 jam nonstop tidak hanya membutuhkan tenaga yang ekstra. Pekerjaan yang penuh resiko ini juga mengakibatkan Ketua KPPS yang mengalami sakit parah yaitu stroke atas nama Aprijoni merupakan Ketua KPPS Desa bukit 3 Kecamatan Singkut.

“Aprijoni mengalami stroke sekira sehari setelah pemungutan suara atas laporan dari pihak PPK kecamatan singkut dan kini Aprijoni sudah dirawat di klinik akupuntur rehabilitasi stroke restu ibu solok, sumatra barat, Padang.“ jelasnya.

Kendati demikian, pihak KPU Sarolangun telah menyurati KPU RI melalui KPU Provinsi Jambi agar mendapatkan dana santunan kecelakaan kerja penyelenggara yakni Adhock telah dikirm ke KPU RI.

“Sudah kita ajukan ke KPU RI melalui KPU Provinsi. kita hanya mengirim data nama yang sakit, perlu diketahui kami tidak pernah mengajukan berapa jumlah biaya, semuanya tergantung kepada KPU RI melalui KPU provinsi. jika dikabulkan dengan jumlah angka iya terima kasih, mudahan saja di Acc. Tidak hanya yang satu orang saja akan tetapi semua yang sakit,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Berikut Nama-nama Anggota PPK, PPS dan KPPS yang jatuh sakit saat Pemilu kemarin :

  1. Apri Joni ketua KPPS Desa Bukit tigo kecamatan singkut.Mengalami Stroke sewaktu selesai Penghitungan suara di TPS.
  2. Mardiana anggota PPS Desa Batu Kucing.Mengalami Depresi dan ngigau.
  3. Ade Chudri anggota PPK Air htam mengalami pingsan saat plemo di PPK diakibat magh kambuh.
  4. Gusti Rahma, anggota KPPS Desa Pelawan mengalami dada sakit dan sesak nafas.
  5. Ridho Saputra, anggota PPK Limun kecalakaan lantas ketika penjemputan logistik di KPU Sarolangun.
  6. M. Lenggang, ketua KPPS Danau Serdang Kecamatan Pauh mengalami sakit perut muntah muntah.
  7. Marsih, anggota PPK Batangasai sakit waktu rekapitulasi penghitungan suara.
  8. Dwitra Ramadani, anggota PPK Pauh mengalami dada sakit dan batuk parah.
  9. Ramli Saputra, anggota PPS Danau Serdang Kecamatan Pauh sakit saat pemunggutan dan penghitungan suara.
  10. Namira, Bendahara Sekretariat PPS Desa pelawan mengalami kecelakaan sewaktu pengepakan logistik.
  11. Novi Hendri, Staf Teknis PPS Desa Pelawan mengalami kecelakaan sewaktu pengepakan logistik.
  12. Aminjayadi, Desa Pulau pandan angota PPK mengalami Depresi dan terus mengamuk.
  13. Fahrowi, anggota PPK Kecamata Limun mengalami Depresi dan mengamuk.
  14. Agung Prasetyo, anggota PPS Danau Serdang pauh mengalami tipes kambuh.

(Ajk)