Banyak Pengedar Narkoba di Lapas, Kemenkumham Jambi Tak Bisa Bersihkan Keseluruhan

0
184

JAMBI – Saat menghadiri hari peringatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ke-55 tahun 2019 di lapas kelas IIB A Jambi, Sabtu (27/4) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jambi, Agus Nugroho Yusuf sebut sengaja mengangkat Tema “Pemasyarakatan Pasti” karena memiliki arti tersendiri dalam mewujudkan kinerja Lapas untuk ke depannya.

Dirinya menyampaikan bahwa, peringatan hari Bhakti yang ke -55 ini adalah salah sebagai wujud dan mengevaluasi kinerja, dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ke depannya untuk lebih baik lagi.

Oleh karena itu, tema “Permasyarakatan Pasti” itu sengaja dilakukan, karena mengandung arti dari kata pasti yang merupakan perwujudan dari kata profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Innovasi.

“Itu kira-kira tema yang tahun ini kita lakukan,” ujarnya.

Selain itu, mengenai banyaknya permasalahan sipir lapas yang saat ini sering terlibat dalam penggunaan dan pengedar Narkoba di lingkup lapas, Kakanwil Kemenkumham Jambi itu mengaku memang tidak bisa membersihkannya secara instan, akan tetapi perlu dilakukan secara bertahap.

Seperti yang disampaikannya, bahwa berdasarkan data Dari BNN, Provinsi Jambi itu adalah peringkat ke 4 dari 33 Provinsi di Indonesia yang pengguna Narkobanya terbanyak.

Sedangkan di Jambi sendiri, keadaan lapasnya itu sudah over kapasitas, yang kalau di persendian itu mencapai 600 persen. Jadi dari keseluruhan penghuninya tersebut, dominanya itu adalah masalah narkoba.

Untuk itu, dalam membersihkan hal tersebut pihaknya perlu melakukan proses secara bertahap.

Dalam hal itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian maupun BNN akan terus berupaya, dan menargetkan minimal untuk pengedaran di lapas ini tidak ada lagi kedepannya.

“Jadi untuk membersihkannya secara keseluruhan memang tidak bisa, membersihkannya harus secara bertahap, tidak mungkin secara keseluhan. Untuk itu, kita akan berupaya bekerjasama baik itu dengan kepolisian maupun BNN kita lakukan, dengan target minimal untuk pengedaran Narkoba di lapas ini tidak ada lagi kedepannya.” tandasnya.

(Nrs)