Sebelum Pemilihan, Ibu Dosen Habisi Nyawa Caleg Golkar Gegara Ini

0
323

JATENG – Kematian tragis Sugimin (52), anggota DPRD Sragen, Jawa Tengah terungkap. Dosen perempuan berinisial NK (41) telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Sugimin yang juga caleg Partai Golkar dibunuh sebelum mencoblos. Warga Dusun Karangnongko RT 10/RW 03, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen itu dihabisi dengan cara diracun pada Selasa, 16 April dini hari.

Dosen wanita yang juga pengusaha konveksi menghabisi Sugimin karena sakit hati.

Diduga, pelaku NK dan korban memiliki hubungan khusus. Sebab, korban selalu bersama pelaku selama lima hari di Wonogiri sebelum tewas.

Korban berada di Wonogiri sejak 11 April 2019. Sebelum hari pencoblosan, korban hendak pulang ke Sragen untuk mencoblos. Namun, sebelum kembali, dia sudah meregang nyawa.

Kasat Reskrim AKP Aditya M Ramadhani, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, memastikan kematian almarhum murni pembunuhan berencana dengan cara diracun.

“Kita berhasil mengamankan satu orang yang diduga kuat sebagai pelakunya. Orang itu telah mengakui kalau dia yang membunuh karena sakit hati terhadap korban,” katanya.

Kepolisian mendapatkan petunjuk penyebab kematian korban dari hasil otopsi. Hasil otopsi organ dalam korban menunjukkan korban diracun.

“Organ tubuh apa saja, belum bisa kami sebutkan, pokoknya kejanggalan dan dari keterangan tersangka N, tim penyidik kami pun mengungkap pembunuh korban adalah N dan statusnya kami tingkatkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Saat ini tersangka N sudah ditahan pihak kepolisian dan untuk sementara waktu dititipkan di Rutan Wonogiri setempat.

Sebelumnya, keluarga setuju agar jenazah korban diotopsi karena ditemukan kejanggalan pada tubuh korban. Jenazah korban akhirnya diotopsi di RS Moewardi Solo.

“Karena ada kejanggalan, kami dari pihak keluarga mengijinkan polisi untuk dilakukan otopsi,” kata Gianto, adik kandung korban.

Sugimin menjadi anggota DPRD Sragen pada tahun 2015. Ia menggantikan Edi Harjono melalui proses pergantian antar waktu (PAW).

Tahun ini korban tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPRD dari Partai Golkar untuk dapil 1 Sragen yang meliputi Sragen, Masaran, Sidodadi.

Sugimin meninggal sehari sebelum pencoblosan. Ia meninggal saat bersama dosen wanita di Wonogiri, berinisial NK.

Sugimin berada di Wonogiri selama lima hari, mulai 11-16 April. Selama di Wonogiri, caleg Golkar itu selalu bersama NK. Korban meninggal pada Selasa, 16 April.

Sumber Berita : PojokSatu