Dibawa ke Dokter Jiwa Sampai Ditolak Kampus, Audrey Yu Malah Raih Cumlaude di Amerika

0
630

VIRAL – Memiliki anak yang pintar dan cerdas, bahkan jenius agaknya menjadi impian setiap orangtua.

Namun siapa sangka, memiliki seorang anak jenius justru akan membuat keluarga Audrey Yu Jia Hui kewalahan.

Pasalnya, Audrey Yu, gadis jenius asal Surabaya ini justru harus berhadapan dengan dokter jiwa karena kejeniusannya yang bahkan berhasil tamat SMA di usia 13 tahun.

Dikutip dari Intisati, Audrey sendiri, pada tahun 2018 genap berusia 30 tahun.

Pada tahun 2017 lalu, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 71 ikon Prestasi Indonesia.

Meski begitu, Audrey melewati masa kecilnya dengan amat getir.

Alih-alih dibanggakan, orang-orang sekitar perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu justru merasa aneh dengan kecerdasannya.

Pada satu titik, ia bahkan pernah dibawa ke dokter jiwa karena dianggap tidak normal.

Audrey adalah satu dari sekian banyak permata Indonesia yang “disia-siakan” negaranya.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari akun Facebook Rudi Kurniawan menuliskan kisah Audrey dalam unggahan pada hari Jumat (26/1/2018).

Dari cerita yang ditulis Rudi, Audrey benar-benar anak ajaib.

Ia menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan—persis di usianya yang masih 13 tahun.

Persoalan terjadi ketika ia hendak masuk ke perguruan tinggi.

Saat itu tidak ada satu pun kampus di Indonesia yang mau menerima bocah usia 13 tahun sebagai mahasiswanya.

Tapi ia tidak mundur. Audrey akhirnya memutuskan pergi ke luar negeri, persisnya ke University of Virginia, mengambil jurusan fisika.

Ia hanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk merampungkan studinya dengan gelar ‘Sempurna!”

Kepandaian Audrey tak hanya sampai situ.

Ketika masih berusia 10 tahun, sekor TOEFL-nya sudah 573, yang memecahkan rekor MURI untuk sekor TOEFL tertinggi di usia termuda.

Saat usianya 11 tahun, ia telah hafal di luar kepala kamus Indonesia-Inggris yang tebalnya 650 halaman.

Dan ketika usianya 14 tahun, sekornya naik menjadi 670.

Kepintaran dan kecerdasan Audrey justru membuatnya terkucilkan.

Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal.

Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman.

Intinya, ia dikucilkan teman-temannya. Belum lagi, ibunya selalu memarahinya.

Lebih-lebih setelah Audrey bercita-cita ingin jadi tentara. Ia ingin menjadi pahlawan.

Ia juga pernah dibawa ke dokter jiwa lantaran dianggap tidak normal.

Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey.

Salah satunya adalah Dahlan Iskan.

Secara khusus, mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, menuangkan kekagumannya terhadap Audrey dalam sebuah tulisan.

“Umur Audrey baru 4 tahun, tapi pertanyaannya setinggi filsuf,” tulis akun Rudy Kurniawan yang mengutip penjelasan Dahlan Iskan.

“Teman-teman sang ibu menyarankan agar membawa Audrey ke dokter jiwa.

Dasar anak cerdas, dia tau apa yg hrs diperbuat di dokter jiwa.

Jawaban apa yang harus diberikan.

Bahkan, dia bisa menilai dokternya.

Berkualitas atau tidak. Krn tidak ”sembuh”, Audrey dibawa ke dokter yg lain lagi.

Yang berikutnya lagi.

Bahkan, Audrey pun bisa membandingkan.

Mana dokter yang kurang paham dan mana yg lebih kurang paham.

Ketika ada dokter jiwa yg kemudian memberinya obat, Audrey pun kian merasa betapa sulit org lain memahami dirinya.

Bahkan dokter jiwa sekalipun,” tulis akun Rudy Kurniawan dalam unggahannya.

“Umur 12 tahun sudah kelas tiga SMA.

Kesulitan muncul.

Tidak ada universitas yg bisa menerima mahasiswa baru yang umurnya baru 13 tahun.

Dicarilah berbagai informasi.

Di dalam negeri. Di luar negeri.

Ketemu. Di Amerika Serikat. Di Negara Bagian Virginia. Di Kota Williamburg. Termasuk kota pertama dlm sejarah AS yang didarati bangsa Eropa.

Audrey tentu harus dites. Lulus.

Dalam tes bhs Inggris, tidak ada masalah.

Bahkan, Audrey bisa bahasa Prancis. Rusia.

Di William and Marry University ini, Audrey ambil mata kuliah yang wow: fisika murni.

Dia pun lulus S-1 fisika murni hanya dlm waktu dua tahun.

Dengan tingkat kelulusan summa cum laude pula,” lanjut akun Rudy Kurniawan.

Kecerdasan Audrey Yu yang luar biasa, tampaknya membuat ayah dan ibunya yang merupakan insiyur mesin dan insiyur kimia kewalahan.

Audrey kini mengajar bahasa Inggris untuk level tertinggi di Shanghai.

Wanita cantik yang kini berusia 30 tahun itu tak hanya mengajar, tapi juga disibukkan menyusun konsep penerapan Pancasila yang baik.

Banyak orang luar negeri menyayangkan karena kondisinya di Indonesia yg demikian itu membuat kemampuan Audrey di masa remajanya ter sia-siakan.

Tapi di balik semua perlakuan yang kurang menyenangkan itu ternyata Audrey adalah orang yang begitu bangga dengan Indonesia.

Banyak buku yang dia tulis yang menggambarkan kecintaannya terhadap negeri ini.

Sumber berita : klik disini