Lakukan Pengolahan BBM Ilegal di Tempino Jambi, 3 Orang Pelaku Terancam Didenda Rp 6 Miliar

0
515

JAMBI – 3 orang Pelaku pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) hasil Ilegal driling, yang beroperasi di Desa Kilangan Kabupaten batanghari berhasil diringkus Dir Reskrimsus Polda Jambi.

Dir Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thien Tabero, mengatakan bahwa ketiga pelaku tersebut adalah, 2 orang berasal dari Provinsi Sumatera Selamatan. Sementara 1 orang lagi, adalah warga Kota Jambi.

“Ketiga pelaku adalah, Rudy Efendy warga Bayung lincir Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Mat Rifai warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banyu lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dan ketiga Aris Rahmad warga Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.” kata Kombes Pol Thien Tabero, Senin (15/4/19).

Selanjutnya, dirinya juga menjelaskan, bahwa keriga pelaku ini ditangkap saat melakukan pengolahan BBM hasil Ilegal driling di lintas Tempino KM 60 Desa Kilangan RT 3 Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari.

“Penangkapan itu berkat informasi dari masyarakat sekitar, bahwa di jalan lintas Tempino-Muara Bulian di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian, kabupaten Batanghari sering terjadi kegiatan pengolahan penampungan dan penyimpanan minyak tanpa izin,” tambahnya.

Selain mengamankan tiga tersangka, petugas juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) dan menyita12 drum besi warna merah, tedmon kapasitas 1.000 liter berisikan minyak bumi sebanyak kurang lebih 7.400 liter.

Selain itu, juga ada 26 drum besi warna merah berisikan BBM solar olahan sebanyak kurang lebih 5.200 liter. Serta 3 drum besi warna merah berisikan BBM bensin olahan sebanyak kurang lebih 600 liter.

“Jadi, Total BBM yang berhasil diamankan sebanyak 13.200 liter.”tuturnya.

Ditambah lagi dengan,105 drum besi warna merah kosong, 18 tedmon kapasitas 1000 liter yang masih kosong, 1 jerigen minyak sisa pengolahan, 1 set alat pengolahan minyak bumi yang terdiri dari 3 drum modifikasi bahan bakar pengolahan. Serta 1 drum modifikasi penampungan sementara BBM hasil pengolahan, 2 buah stik besi blowel, 1 buah tojok besi alat (untuk pembersih saluran pipa masakan), 4 buah blower, dan dua buah selang ukuran 2 inci.

Untuk itu, atas perbuatannya 3 orang pelaku ini disangkakan pasal 54 dan atau pasal 53 huruf A,B, dan D UU RI nomor : 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 6 miliar.

(*/Nrs)