Caleg Money Politik, Pengamat: Tidak Akan Lebih Baik

0
147

JAMBI – Tak cukup financial, enggak usah maju jadi Calon Legislatif (Caleg). Anekdot seperti ini, rasanya masih belum bisa lepas dari tradisi kebanyakan masyarakat saat akan bertarung dalam legislatif.

Tak heran ‘uang dan uang’ masih dianggap sebagian masyarakat, sebagai power full untuk bisa menang dan duduk sebagai wakil rakyat, di pemilu legislatif hingga lima tahun kedepan.

Tak hanya kawasan kota, namun justru kawasan pelosok masih dijadikan objek yang paling empuk bagi para pelaku praktek money politik,  guna meraup  suara lewat cara tak wajar, atau serangan fajar.

“Apa yang mereka lakukan dengan tradisi money politik seperti ini, memang sama sekali tak salah jika saya katakan ‘pelacur demokrasi’.

“Sampai kapan pun, para elit politik kita baik ditingkat daerah maupun elit politik di tingkat pusat, tidak akan lebih baik, jika hanya dari pundi rupiah yang disebarlah, mereka para elit politik tersebut bisa ’duduk  manis’ sebagai wakil rakyat,” tegas M. Farisi yang tak lain Dosen Fisipol Universitas Jambi (Unja), yang juga Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi  (KOPIPEDE) Jambi.

Di tempat berbeda, Caleg DPR RI Nando Firdaus dari Partai Perindo dengan nomor urut 2 ini, justru mengecam keras  siapa saja atau para Caleg yang melakukan tabiat tak wajar dalam bursa pencalonan legislatif ini.

“Saya sebagai Caleg,  mengecam keras tradisi money politik ini. Dan saya harap warga tidak tertipu selama 5 tahun, hanya karena menerima ‘uang receh’ dari para Caleg nakal,  yang rentan terjadi beberapa hari ini, hingga jelang pemilu nanti,” katanya.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, Nando kembali menyatakan, agar masyarakat Jambi bisa berpikir cerdas, dan lebih memilih caleg yang memiliki program atau visi dan misi yang jelas.

“Lima tahun itu bukan waktu yang singkat, makanya jelang pemilu ini, saya berharap masyarakat untuk memilih wakilnya yang memiliki program yang jelas, bukan iming iming janji Caleg, yang berujung  PHP alias Pemberi Harapan Palsu,” tegas politisi energik ini.

(rdc)