Rontoknya Dukungan Prabowo di Jawa Barat

0
257

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE).

Banyak kalangan politisi dan peneliti yang mulai meyakini bahwa dukungan terhadap Capres 2019 Prabowo di Jawa Barat mulai menurun drastis dan tertinggal oleh Capres Jokowi, padahal dalam Pilpres 2014 suara untuk Jokowi kalah telak oleh Prabowo. Namun sangat jarang dari mereka yang dapat menyebut secara rinci, alasan apa yang mendasari keyakinan dan hasil surveinya yang menempatkan posisi Jokowi lebih unggul dari Prabowo jika Pilpres dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Olehnya dalam tulisan ini saya akan mencoba untuk merinci alasan-alasan apa yang membuat rontoknya dukungan Capres Prabowo di Jawa Barat:

Pertama, sejak lengsernya Gubernur bermasalah dari PKS di Jawa Barat yakni Aher, tampuk kekuasaan berada di tangan gubernur baru yakni Ridwan Kamil. Melalui Ridwan Kamil inilah satu persatu pengaruh Aher dan PKS nya yang merupakan salah satu mesin politik pemenangan Prabowo dalam Pilpres 2014 lalu mulai dinetralisir.

Kedua, setelah hengkangnya politisi PKS pendukung utama Prabowo, yakni Aher dari Gedung Sate (Pusat Pemerintahan Provinsi Jabar), telah diikuti oleh munculnya tokoh-tokoh politisi Jabar berpengaruh lainnya yang pro ke Jokowi. Sebutlah misalnya Deddi Mulyadi, Deddy Mizwar, TB. Hasanudin, Mang Ihin (Solihin GP) dll. Semua tokoh-tokoh politisi ini bergerak bersama-sama, dan mengembangkan basis pendukung Jokowi di wilayah garapannya masing-masing.

Ketiga, kemasan kampanye Prabowo-Uno yang kerap menjual isue-isue sentimen agama, nampaknya semakin lama semakin terasa tidak rasional dan cenderung mengada-ada, hal ini mengakibatkan masyarakat Jabar yang umumnya terdidik dan melek medsos menjadi tidak lagi tertarik untuk mendukung Prabowo-Uno. Mereka tentu sangat mengerti, pasukan medsos pendukung Jokowi-Makruf selalu tampil lebih cerdas dalam menangkal dan menyikapi serangan-serangan opini politik dari kubu Prabowo-Uno.

Keempat, menyadari bahwa dalam Pilpres 2014 dukungan untuk Jokowi di Jabar jauh lebih kecil dibandingkan dukungan untuk Prabowo, maka seluruh tim kampanye nasional Jokowi serta yang lebih utama lagi adalah para relawan pendukungnya, memberikan perhatian khusus pada wilayah Jabar untuk memberikan kemenangan bagi Jokowi-Makruf dalam Pilpres 2019. Dari mulai kalangan politisi, ajengan atau kyai-kyai, aktivis pergerakan pemuda, LSM dlsb. bergerak kesana kemari untuk mengubah peta dukungan politik di Jabar.

Kelima, masyarakat Jabar menyadari munculnya tokoh ulama Sunda, yakni KH. Makruf Amin yang dijadikan Cawapres oleh Jokowi, tentu saja hal ini telah memunculkan gairah baru bagi masyarakat Jabar untuk mendukung dan memilih Jokowi-Makruf dalam Pilpres 2019 april mendatang. Terlebih ketika Cawapres Makruf Amin dan Capres Jokowi gemar blusukan ke pelosok-pelosok desa di Jabar dan memberikan berbagai bantuan untuk mensejahterahkan kehidupan rakyat yang aksinya langsung dapat rakyat lihat dan rasakan, tentunya telah membuat rakyat Jabar yang awalnya hidup dalam pengaruh hoax dan fitnah berubah berbalik menjadi pendukung setia Jokowi-Makruf yang kini dicintainya…(SHE).

Jakarta, 23 Februari 2019.

Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan Penulis, Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI.