Kapolda Masih Berkomitmen Soal PETI Sarolangun

0
325

SAROLANGUN – Tambang ilegal atau juga disebut Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Sarolangun seperti tak ada habisnya. Dari mata pencaharian, hingga berdampak lingkungan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan bahwa, walaupun dengan kondisi persoalan makin maraknya PETI yang sangat sulit dihentikan pada saat ini, namun dirinya mengaku masih berkomitmen untuk melakukan pemberantasan.

“Tetap, kita masih komit terhadap pemberantasan PETI karena ini menyangkut masalah lingkungan adalah masalah kita semua. Bukan hanya masalah Polisi,” katanya Kapolda kepada sejumlah awak media Rabu (28/11) usai menggelar tatap muka bersama Forkompinda Sarolangun di Ruang Aula Kantor Bupati

Meskipun berkomitmen dalam memberantas PETI, ada persoalan yang menjadi kendala berarti untuk melakukannya, sehingga kelanjutan program pemberantasan maraknya PETI terkendala dengan anggaran.

“Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan operasi khusus gabungan, tidak berjalan parsial dia. Tapi karena program ini terkendala ada masalah kemarin dengan kasus itu, Sehingga program itu tidak jalan karena menyangkut masalah anggaran,“ jelas Kapolda

Saat ditanya terkait perkembangan pergerakan Tim terpadu (Timdu) yang telah dibentuk di tingkat Provinsi saat itu terhadap upaya pemerintah daerah dalam memberantas PETI, Kapolda mengatakan bahwa Timdu tersebut dilakukan tidak hanya di kabupaten/kota saja.

“Di Provinsi memang kemarin pada waktu pak Zumi Zola masih menjabat sebagai Gubernur itu ada program untuk melaksanakan ini (berantas PETI, Red), tapi tidak berjalan setelah ada masalah kasus beliau waktu itu,” terang Kapolda

Mengingat dengan perihal tersebut, pihaknya kedepan tetap berharap didaerah kabupaten/kota akan terus melakukan upaya kegiatan imbangan untuk pemberantasan PETI.

“Ya, mudah-mudahan kedepan para Bupati juga melaksanakan kegiatan imbangan. Saya rasa ini juga baik untuk dilakukan kabupaten/kota, Tadi kalau mendengar ceramah saya, polisi ini seperti tong sampah menerima semua residu persoalan yang ada di Republik ini, masuk ke polisi semua Tapi polisi manusia juga punya keterbatasan, sumber daya juga terbatas. Ya, kita butuh dukungan pemerintah untuk menangani masalah ini secara bersama-sama,“ pungkasnya(Ajk)