Gara Posting di FB, Oknum Caleg Ini Berurusan Dengan Polisi

0
153

TAPSEL– Saat ini media sosial tak lagi ramah, terutama bagi netizen yang sering menyebar ujaran kebencian. Ujung-ujungnya, mau tidak mau harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Ini yang dialami oknum seorang calon legislatif (caleg) yang diduga melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Z (28) disebut sebagai pelaku penistaan tersebut, yang awalnya diketahui melalui grup WhatsApp (WA) dan media sosial bukti chat pelaku sempat membuat warga geram.

“Awalnya menyebar di grup WA kita. Grup Ikatan Persaudaraan Muslim Huragi (IPM-Huragi),” sebut H Rizal Hasonangan Lubis SE, yang juga ketua IPM-Huragi seperti dilansir Metro Tabagsel.

“Selanjutnya dikonfirmasi ke Ketua MUI Huragi. Lalu kita bersama warga lainnya menuju ke sana. Sesampainya di sana, pelaku sudah diamankan polisi dan dibawa ke Polsek,” ucap Rizal.

Senin (26/11/2018) sore, warga dari berbagai kalangan tokoh masyarakat, MUI Huragi, Ormas berkumpul guna mediasi di kantor Desa Pir Trans Unit IIIA Sosa. Namun tak membuahkan hasil. Akhirnya pelaku penista agama ini dibawa ke Polsek Sosa.

Di Polsek Sosa, massa dari berbagai kalangan ini mengawal pelaku penistaan agama ini. Massa menuntut agar pelaku penistaan ini diproses hukum.

Adapun yang memicu terjadi hal tersebut saat itu pelaku membuat chat di media sosial Facebook dan saling membalas dengan wanita berinisial LS. Isi chat tersebut dianggap menistakan umat agama Islam.

Dan, hasil Chat ini telah menyebar di masyarakat dan tidak diketahui siapa yang menyebarkan berita tersebut. “Iya tadi malam pelaku sudah diamankan ke Polres Tapsel,” kata Kanitres Polsek Sosa Iptu Suyatno saat dihubungi, Selasa (27/11).

Mirisnya, Z ternyata diduga telah lama melakukan penistaan. Pandangannya terhadap agama Islam kerap dilontarkan ke berbagai pihak. Baik secara langsung atau melalui chat di media sosial.

Ketidaksukaannya terhadap agama Islam terbukti dari komentar pedasnya di chat yang sudah menyebar itu. Memang di akun Facebook miliknya mengunggah postingan permintaan maaf terhadap ummat Islam.
Diperiksa

“Kami akuratkan dulu datanya. Soalnya sifatnya baru pengaduan, belum ada laporan polisi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa dan membenarkan kejadian tersebut.

Dari pengaduan tersebut, kata Isma, pihaknya belum ada menetapkan status apapun. Dan kepada Z, pihaknya baru hanya meminta keterangan.

“Masih penyelidikan, belum tersangka. Dan yang bersangkutan baru diinterogasi (dimintai keterangan),” jelasnya.

Mengenai status Z yang diketahui terdaftar sebagai salah satu Caleg DPRD Provinsi, Isma belum membenarkannya.

“Swasta (pekerjaannya,red). Kalau Caleg kita belum mengeceknya ke KPU,” tukasnya dan berjanji akan memberikan informasi mengenai perkembangan hal tersebut.

Sementara, Ketua KPU Sumut Yulhasni saat dikonfirmasi mengenai ada tidaknya nama Caleg DPRD Provinsi Sumut sesuai dengan identitas Z, juga belum dapat membenarkannya secara langsung. Namun, mantan Jurnalis media nasional di Sumut ini memberikan link laman KPU Sumut untuk mengecek kebenarannya.

“Harus saya cek dulu. Coba buka website KPU Sumut. Di situ ada nama-nama Caleg,” jawab Yulhasni dan memberikan link laman website yang dimaksud.

Dari hasil penelusuran, identitas Z tampak terdaftar di kolom DCS/DPT bagian DCT DPRD Sumut laman website KPU Sumut. Z masuk dalam Daftar Calon Tetap DPRD Sumut dari salah satu Parpol dengan nomor 4 Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 7 yang meliputi Kabupaten Tapsel, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Madina, Paluta dan Palas.

Sumber : Pojoksatu.id