Ombudsman Pastikan Pelaku Seksual Mahasiswa UGM Tak Akan Wisuda

0
127

YOGYAKARTA – Pelaku pelecehan seksual, HS nyaris diwisuda. Hal ini bisa menguatkan dugaan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) malaadministrasi dalam mengusut kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswanya.

“Saya sampaikan HS bisa dapat bukti kelulusan, yudisium itu mau wisuda. Di situ patut diduga malaadministrasi ketidaksesuaian pada prosedur,” kata Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Budhi Masturi, Jumat 23 November 2018.

Selain prosedur pengurusan wisuda yang disorot, pihaknya juga memastikan terduga pelaku belum diluluskan. Setidaknya hingga 6 bulan ke depan atau 1 semester. “Kami sudah pastikan tidak wisuda kemarin. Sempat masuk didaftar wisuda, itu menjadi pertanyaan. Proses sampai ke situ, patut diduga tidak sesuai prosedur. Semestinya berdasarkan rekomendasi tim investigasi (memang ditunda 6 bulan ke depan),” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya telah mengumpulkan data dari sekitar 7 pihak. Yakni, dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Dewan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM), Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tim Investigasi Independen, Balairung Press UGM, maupun kelompok ‘Kita Agni’.

“Sudah ada jelas gambaran mengenai penanganan pengusutan kasus yang dilakukan UGM. Ombudsman tugasnya ada tidak malaadministrasi, kami fokus di situ,” kata dia.

Kendati sudah ada gambaran, pihaknya masih mempertimbangkan apakah akan ada lagi pihak yang dimintai keterangan atau sudah cukup. Ketika memang masih diperlukan, yaitu dari pihak Departemen Teknik.

Sebab Departemen Teknik membawahi jurusan yang memberikan nilai KKN. “Mungkin kalau kami butuh pendalaman paling Departemen Teknik, setelah itu kami lihat peran ketugasan rektor seperti apa,” demikian Budhi.

Sumber : Pojoksatu.id