Usai Tabrak Mahasiswa, Mobil Patroli Polsek Ini Kabur ?

0
808

TANJUNGBALAI – Razia yang dilakukan Polsek Datuk Bandar diduga tebang pilih. Pasalnya tempat usaha hiburan malam, seperti karaoke, pub dan lainnya yang beroperasi di daerah Kecamatan Datuk Bandar ada yang lolos dari penegakan hukum.

Ini terlihat seperti di Jalan Jend. Sudirman, Km-7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Rabu (21/11/2018) sekira jelang Kamis (22/11/2018) dini hari.

Informasi yang dihimpun hotel berbintang luput dari razia. Bahkan di lokasi tersebut, terlihat beberapa aktivis yang akan ikut membantu razia seperti terabaikan.

Anehnya, saat diminta untuk masuk ke salah satu hotel di Jalan Jend. Sudirman, Km-7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar itu mobil patroli hanya masuk di depan palang pintu besinya saja dan mundur kembali selanjutnya tancap gas.

Mirisnya aksi ini berakhir petaka karena melanggar salah seorang dari aktivis tersebut.

Menurut Rudi Bakti mahasiswa yang tertabrak kakinya membenarkan kejadian tersebut. “Benar bang seperti ada unsur-unsur kesengajaan setelah ditabrak mobil patroli tersebut kaki saya langsung tancap gas. Padahal langsung kita teriaki bang, bukannya dibawa kerumah sakit malah ditinggal kabur bang dan akhirnya saya minta bantuan kawan-kawan untuk berobat kerumah sakit,” kata Rudi.

Rudi menambahkan seringnya terjadi penyalahgunaan izin operasi yang diberikan dinas terkait kepada pengelola, dugaan peredaran narkoba dan prostitusi terselubung kian marak. “Bahkan tidak jarang juga kita temukan anak di bawah umur yang berada di lokasi hiburan tersebut,” tegasnya.

Ketua PWRI Kota Tanjungbalai Yusman meminta polisi dan Dinas Pariwisata merazia seluruh tempat hiburan yang ada. “Apakah itu karaoke, pub dan kafe remang-remang malam. Karena kita tidak mau generasi muda kita terjerumus ke dalam lingkaran peredaran narkoba seperti yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam,” ucapnya, Kamis (22/11/18).

“Khususnya Polsek Datuk Bandar bekerja secara profesional. Sebab tidak ada pengelola yang kebal terhadap hukum.Jika sudah terang-terangan melanggar hukum, ya tindak saja. Jangan karena ada sesuatu di belakang pengelola tempat hiburan tersebut, seperti Tresya Hotel dan hotel-hotel yang lain yang diduga leluasa mengedarkan narkoba. Kita juga berharap Kota Tanjungbalai ini bebas dari narkoba seperti keinginan para petinggi negara dan aparat kepolisian,” tuturnya.

“Wali Kota Tanjungbalai , H. M Syarial telah mengeluarkan surat edaran tentang surat SP 1. Dinas DPM-PPTSP melalui surat nomor: 503/1185/DPM-PPTSP/18 pada tanggal 4 September 2018 terhadap Tresya Hotel. Namun sepertinya pihak hotel belum mengindahkannya,” pungkasnya.

Sumber : Pojoksatu.id