Era Digital, Begini Nasib Karyawan Bank Mandiri

0
461

PERBANKAN – Saat ini teknologi sudah menyasar layanan perbankan dalam bentuk digitalisasi. Banyak aktivitas yang dulu harus dilakukan nasabah di kantor cabang kini bisa dijalankan di ponsel pintar. Lalu bagaimana nasib dan eksistensi karyawan bank dan kantor cabang?

Senior Vice President Bank Mandiri, Vira Widiyasari, mengakui saat ini sebagian besar nasabah sudah melakukan aktivitas perbankannya melalui aplikasi maupun internet banking atau jalur elektronik (e-channel). Sehingga jumlah nasabah yang datang langsung ke kantor cabang mulai mengalami penurunan yang signifikan.

“Orang ke kantor cabang semakin menurun. Pengguna e-channel kenaikannya semakin signifikan,” kata Vira dalam acara The Consumer Banking Forum “The Bank’s Journey as a Platdiv and New Business Model di hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (22/11).

Kendati demikian Vira memastikan keberadaan kantor cabang masih akan tetap dibutuhkan. Sebab ada beberapa layanan yang tetap harus dilayani di kantor cabang dengan para karyawannya. Namun pihaknya tidak akan agresif dalam hal menambah atau membuka kantor cabang baru.

“Kantor cabang memang penting, tapi dari sisi jumlah tidak akan naik signifikan. Tidak akan bertambah signifikan, tapi tetap ada,” ujarnya.

Dia menjelaskan kantor cabang masih memiliki peranan penting sebab, dalam perjalanan menuju digitalisi perbankan, masih banyak nasabah yang perlu diedukasi. “Kantor cabang penting karena dalam rangka digitalisasi perlu edukasi,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada dasarnya digitalisasi di perbankan membutuhkan proses yang cukup panjang dan tidak sebentar. Banyak manfaat dan dampak yang perlu dipertimbangkan. Selain itu, digitalisai juga harus dipastikan dapat menghasilkan efisiensi.

“Perbankan pada saat kita melakukan digitalisasi ada beberapa step (langkah),” ujarnya.

Salah satunya adalah membuat nasabah tertarik dengan otomatisasi yang ditawarkan oleh layanan digital perbankan. Sebab, di dunia perbankan selama ini banyak sekali proses yang sangat manual.

“Sebisa mungkin kita automate sehingga konsumen bisa interest (tertarik) dengan kita,” tutupnya.

Sumber : Merdeka