Memanas Lagi, Kasus Mahar Politik di Merangin Masuk Ke DPP Gerindra

0
628

MERANGIN – Mantan Ketua DPC Gerindra Merangin Isnedi, dalam waktu dekat akan menjalani Sidang Etik di DPP Gerindra dalam waktu dekat. Wakil rakyat yang terbilang vokal ini, bakal membongkar kasus pengulingan dirinya dari kursi partai.

Sebelumnya, Isnedi diketahui berada di DPP Partai Gerindra melalui unggahannya di media sosial baru-baru ini.

Kepada sejumlah awak media, Isnedi mengungkapkan permasalahan ini. Bilangnya, sidang etik yang bakal dijalaninya, tak lain adalah kasus pemecatan dirinya.

“Persoalan awal memang soal iuran partai itu. Namun terkait pemecatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Merangin yang secara tiba tiba, tentu akan saya bongkar dalam Sidang Etik tersebut,” ungkapnya

Lebih lanjut disampaikan anggota DPRD Merangin ini, secara Kepartaian dirinya sama sekali tidak melakukan kesalahan apapapun. Dan pemecatan dirinya secara tiba tiba ini, diduga dilakukan melalui ketua DPD Gerindra Jambi, Sutan Adil Hendra atau akrab disapa ‘SAH’, yang diduga terkait Mahar Politik Merangin yang tidak tuntas.

Berita Terkait : Dicopot Gerindra Dari Kursi Wakil Ketua DPRD, Isnedi Bilang Skenario

“Dan saya menduga pemecatan saya sebagai Ketua DPC Gerindra, tidak terlepas dari Deal Deal Mahar Politik yang dilakukan SAH, saat Pilkada Merangin beberapa waktu lalu. Dan persoalan ini, akan saya bongkar di Sidang Etik DPP nanti yang rencananya terjadwal 26 November mendatang,” kata Isnedi

Bahkan, dilansir Sorot Jambi, persoalan Mahar Politik Partai ini tidak hanya terjadi di Merangin, Kabupaten Kerinci pun diduga menuai persoalan yang sama.

“Coba cari yang namanya Bervin Vandino, dia merupakan orang kepercayaan mantan Cabup Kerinci Monadi yang tak lain anak Mantan Bupati Kerinci Murasman,” sebutnya.

Berita Terkait : Isnedi Diberhentikan, Gelombang Kader Gerindra Mundur Makin Menjadi

“Saya terima kabar dari Bervin Vandino, dari sana juga terdapat Piutang Mahar yang diduga belum dikembalikan SAH saat Pilkada  Kerinci 2018. Iya, karena saat itu Gerindra batal mendukung pasangan mantan Cabup dan Cawabup Monadi dan Edison, namun Mahar sudah terbayar,” ungkap Isnedi tak ragu berkomentar.

Menariknya, saat dihubungi Bervin Vandino, guna mengkonfrontir peryataan Isnedi yang terbilang cukup berani tersebut, justru mengakuinya.

Bervin mengakui jika ada sejumlah Uang yang tidak sedikit diserahkan terhadap SAH melalui Eka yang tak lain wakil Sekretaris DPD Gerindra Jambi, agar  partai besutan Prabowo Subianto itu memberikan dukungan pada pasangan Monadi dan Edison saat Pilkada Kerinci saat itu.

Berita Lainnya : 4 Bulan Tak Masuk Kerja, Kepala Sekolah Diminta Mundur

“Dan saya kebetulan orang yang mendapatkan mandat untuk menyelesaikan persoalan ini terhadap SAH. Yang jelas sampai saat ini sejumlah Uang yang tidak sedikit tersebut, masih belum terselesaikan oleh SAH. Dan jika persoalan ini, tidak juga dituntaskan maka dalam waktu  dekat  kami akan melaporkan persoalan ini, terhadap Aparat Hukum. Dan kami tidak main main soal ini,” jelasnya dilansir SorotJambi.

Lalu berapa jumlah hutang mahar yang belum dikembalikan tersebut? Sayang  pertanyaan tersebut belum diungkapkan secara gamblang oleh Bervin  Vandino.

”Saya tidak akan sebut sekarang berapa jumlah nominalnya,  kita lihat niat baik SAH, jika persoalan ini tidak juga diselesaikan, bukan tidak mungkin persoalan ini, akan saya bongkar secara tranparan ke berbagai Media,” tukasnya.

Sayang Eka yang disebut sebut sebagai ‘Kurir’ penerima mahar politik tersebut, masih enggan berkomentar terkait persoalan ini. Beberapa kali dihubungi via ponsel, maupun via WhattsApp masih belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) saat dikonfirmasi JejakJambi.com, menyangkal keras berbagai tudingan mahar Politik Gerindra baik di Pilkada Merangin, maupun Pilkada  Kerinci.

“ Waduh itu semua tidak ada, sama sekali kabar tersebut tidak betul. Dan terkait sidang etik DPP Gerindra atas nama Isnedi itu betul, karena Isnedi tak kurang dari 6 Bulan terakhir tidak pernah membayar iuran Partai Gerindra,” bilang anggota DPR RI ini

“Selain itu, kita juga sudah mencabut statusnya sebagai unsur Pimpinan DPRD Merangin, namun sampai saat ini jabatan tersebut tak kunjung dilepasnya. Apa dia tak punya malu itu. Tolong masalahnya jangan dibalok balik lah,” ucap SAH.