Kabur Dari Penjara, Napi Ini Sebut Kangen Ibu

0
296

KLATEN – Hendra Irawan bin Heru Baskoro alias Landak, seorang narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Klaten, yang melarikan diri, Rabu (14/11) pagi berhasil ditangkap. Petugas lapas berhasil mengamankan yang bersangkutan di rumah orang tuanya, Dukuh Samiran RT 19 RW 08, Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Klaten, tanpa perlawanan.

Kepala Keamanan Lapas Klaten, Dwi Ediyanto mengatakan, saat ini Hendra telah dibawa kembali oleh petugas ke tahanan dan menjalani isolasi. Petugas keamanan juga melakukan pemeriksaan kepada terpidana, karena telah melanggar tata tertib, percobaan melarikan diri.

“Yang bersangkutan kita tangkap di rumahnya, tanpa perlawanan. Tadi pagi saat kita pekerjakan dia melarikan diri, muter lewat alun-alun. Di sana dia minta tolong teman-temannya untuk diantar pulang, karena sudah bebas,” ujar Dwi kepada wartawan.

Dwi menjelaskan, saat sebelum kabur, Hendra sedang menyiram tanaman di depan halaman Lapas. Ada empat petugas yang sebenarnya mengawal Hendra. Namun saat lengah, Hendra melarikan diri dan pulang ke rumah orang tuanya.

Joko Heri, Plh Kalapas Kelas IIB Klaten membantah jika Hendra kabur, namun hanya percobaan pelarian. Menurut dia, saat kejadian, pihaknya memperkerjakan terpidana di luar lapas. Hal tersebut sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), apalagi Hendra sudah dalam masa asimilasi. Dan akan bebas pada 10 Desember 2018 nanti.

“Paginya itu kerja seperti biasa, bersih-bersih, siram-siram dan sebagainya. Terus ngobrol dengan petugas, enggak tahunya setelah dicek lagi ada percobaan pelarian. Kita lakukan pengejaran, sekitar jam 8.30 WIB kita kerahkan petugas ke semua arah. Dan pukul 11.00 WIB berhasil kita tangkap di rumahnya dan kita bawa ke lapas,” jelasnya.

Joko menerangkan, sebelum penangkapan, sejumlah petugas memang sudah melakukan pengintaian di rumahnya. Hendra ditangkap setelah turun dari mobil taksi online yang membawanya. Namun petugas sempat memberikan kesempatan kepada Hendra untuk bertemu dengan ibu dan anaknya.

Menurut pengakuan Hendra, masih kata Joko, yang bersangkutan kabur dari Lapas Klaten hanya untuk bertemu ibunya yang sakit dan anak kandungnya. Saat hendak pulang ke rumahnya, Hendra yang masih mengenakan pakaian tahanan, sempat menemui teman-temannya di Alun-alun Klaten. Di tempat tersebut banyak teman-temannya Punk yang bekerja sebagai ojek online.

“Alasannya yang bersangkutan kabur karena ibunya sakit habis operasi, jadi kangen. Sama anaknya juga kangen,” katanya.

Atas perbuatannya tersebut, Hendra dilakukan interogasi dan diperiksa sesuai dengan aturan yang berlaku. Hendra juga diasingkan dari narapidana yang lain.

Sumber : Merdeka.com