Ketua DPRD Sebut Zoerman : Jangan Tandatangan Bae, Itu Ado Sennyo

Hukrim Pemerintahan

JAMBI – Sidang lanjutan kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (12/3) semakin menarik. Dalam keterangannya, Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston bersama dua pimpinan dewan lainnya, menyebut Zoerman Manaf yang tak lain salah satu pimpinan DPRD Provinsi.

Didepan Hakim dan Jaksa KPK Cornelis menjawab langsung sejumlah pertanyaan Jaksa perihal adanya pemunduran Paripurna pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018 dari 23 November 2017 menjadi 27 November 2017.

CB mengatakan penyebab adanya pemunduran jadwal Paripurna itu karena TAPD sendiri butuh waktu untuk finalisasi dan beberapa kegiatan dewan yang harus dilakukan.

“Selain itu ada juga perjalanan dinas yang harus dilaksanakan. Makanya kita lakukan rapat Banmus untuk menunda Paripurna ke 27 November 2017,” jawab CB dalam sidang ke 6 yang digelar Tipikor

CB juga menyebutkan terkait pernyataan Syahbandar yang mengatakan adanya pertemuan pimpinan dewan dengan tersangka Erwan Malik (Mantan Plt Sekda Provinsi Jambi).

” Itu benar,” kata CB.

Namun saat itu, lanjut CB, Erwan Malik tidak bisa memberikan jawaban dikarenakan dirinya hanyalah sebagai Pelaksana tugas (Plt).

“Karena Pak Erwan ini juga punya atasan,” ungkapnya.

Dipaparkannya, ada surat MoU proyek multiyears sebesar Rp105 miliar, yakni untuk proyek jalan Play Over Simpang Mayang-Tugu Juang Simpang III Sipin. Setelah tandatangan, selanjutnya CB mengaku Lepas ke Zoerman Manap.

“Pak Zoerman bilang kau jangan tandatangan-tandangan bae, itu ado sennyo. Untuk urusan multiyears itu dulu bisa menguasai 2 persen, “kata CB menirukan perkataan Zoerman.

Sementara, pengakuan CB kepada awak media Sebelumnya, Ia membantah bahwa dirinya tak mengetahui perihal permintaan proyek oleh Pimpinan Dewan dan adanya uang pelicin dalam pengesahan RAPBD Jambi 2018.

“Saya tak tau sama sekali adanya pertemuan dan permintaan proyek ke pak Erwan, ” ungkap Cornelis usai acara Silaturahmi Masyarakat Jambi di Hotel Novita Kota Jambi, Senin (5/03/2018) lalu dikutip dari Nuansajambi.com

Lanjutnya, ” Kita lihat ajalah kebenarannya di pengadilan nanti,” kilahnya.

Seperti diketahui, nama Cornelis selalu disebut oleh para pimpinan dan anggota dewan lainnya saat memberikan kesaksiannya untuk ketiga tersangka yakni Arfan, Saipudin dan Erwan Malik di persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Salah satunya seperti yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jambi Fraksi Garindra Syahbandar dalam persidangan. Ia menyatakan bahwa dirinya membenarkan telah mengikuti beberapa kali pertemuan dengan Pimpinan dewan lainnya seperti yang diungkapkan Jaksa.

Pertemuan antar pimpinan dewan yang dihadiri mantan Sekda Erwan Malik ini, dikatakan Syahbandar, pimpinan dewan meminta kepada Erwan agar menyediakan sejumlah proyek untuk mereka.

“Erwan menyatakan dak berani menyatakan ada atau tidak (Proyek,-red) karna masih status Plt,” kata Syahbandar kepada Jaksa dalam persidangan, Senin (26/02/2018).

Dalam pertemuan ini, kata Syahbandar turut dihadiri Pimpinan DPRD Jambi Cornelis Buston, Zoerman Manaf, Chumaidi dan sejumlah ketua fraksi lainnya.

“Setelah itu ada pertemuan satu kali lagi, pimpinan DPRD ada keempatnya, ada beberapa pimpinan fraksi, saya masih ingat, ada Zainul Arfan, pak El Helwi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dirinya mendengar perihal adanya permintaan uang tepat waktu pengesahan APBD dari Dewan kepada pihak Eksekutif.

“Saya mendengar ada permintaan uang tepat waktu pengesahan APBD (saat rapat pimpinan,-red). Yang saya dengar percis itu saudara El Helwi, selebihnya ada bicara tapi saya tidak tau percis. Disana di sebut uang, yg saya ingat pak ada yang minta 50 ada yg seratus. Yang percis itu saya dengar saudara El Helwi,” sebutnya.

“Saya ingat , Cornelis Buston menanyakan ada atau tidak proyek untuk kami,” tegasnya.(Wandi)