Penambang Pompong Jadi ‘Korban’ Sampah

Daerah Pemerintahan

SENGETI – Kondisi kumuh akibat sampah yang berserakan di bibir Sungai Batanghari tepatnya dibelakang Pasar Tradisional Sengeti, berdampak besar pada penambang jasa penyebrangan. Pasalnya, pengunjung maupun warga mengeluhkan pemandangan kumuh dan bau tak sedap.

Jama’i, satu diantara penambang pompong, jasa penyebrangan yang biasa beroperasi di kawasan tersebut mengungkapkan, ia sangat prihatin melihat kondisi tersebut.

“Sangat disayangkan melihat kondisi seperti ini, kasian pengunjung yang datang dari seberang, pas nyebrang dengan kondisi kotor dan bau, belum lagi pedagang yang bawa makanan,” sebut Jama’i, Minggu (5/11).

Lanjut Jama’i, dengan kondisi seperti itu, ia memilih menaik turunkan penumpang agak jauh dari belakang pasar. Padahal, dibelakang pasar tersebut telah dibuatkan jembatan turun untuk penambang penyebrangan.

“Kasian lihat anak-anak sekolah pagi-pagi harus melewati jalan yang kumuh dan berbau. Apalagi hari Senin, bisa lebih banyak lagi sampahnya. Karena pasar ini ramainya hari Senin,” Katanya.

Selain itu, menurut Jama’i, situasi seperti ini diakibatkan oleh, banyaknya pedagang yang membuang sampah-sampahnya langsung ke sungai Batanghari yang ada dibelakang Pasar. Hal tersebut dikarenakan kurangnya tempat sampah serta petugas kebersihan jarang menjemput sampah hingga ke dalam pasar.

“Pedagang sebagian langsung membuang sampah ke sungai, karena petugas jarang pergi menjemput sampah sampai ke sini. Adalah petugas yang jemput sampah ke pasar ini, tapi gak sampai kedalam, hanya di luar-luar be yang diambilnya. Jadi pedagang dibuangnyalah sampahnya ke sungai karena mereka sendiri pergi buangnya ke TPA kan jauh,” jelas Jama’i. (Din)