Terasi Berbahaya 1,2 Ton, Gubernur Dorong Ke Ranah Hukum

Bisnis Pemerintahan

JAMBI – Mendekati lebaran Idul Fitri 1438 H banyak cara yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab guna meraup keuntungan pribadi. Salah satunya terlihat pada terasi yang memakai zat pewarna berbahaya yang diyakini mengandung bahan kimia jenis Rhodamin. Tak tanggung tanggung, Terasi tersebut disita BPOM sebanyak 1,2 Ton.

Barang tersebut ditemukan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi dari Toko Distributor Terasi, di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Orang Kayo Hitam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Jumat (9/6).

Menyikapi hal itu, Gubernur Jambi, Zumi Zola turun langsung meninjau barang tangkapan di kantor BPOM sebayak 14 karung berisi terasi udang, dengan berat 80 kg per karungnya yang belum disalurkan kepada konsumen.

Dalam agenda tersebut, Zola mengimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam setiap melaksanakan aktivitas berbelanja kebutuhan pokok, terutama didalam bulan Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri nanti.

“Masyarakat harus aktif dalam melaporkan kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jika menemukan makanan yang kadaluwarsa dan mengandung zat berbahaya,” ujarnya.

Lanjutnya, Rhodamin biasanya hanya digunakan untuk pewarna tekstil, bukan untuk makanan. Jika dikonsumsi oleh manusia akan berdampak fatal, bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker dan penyakit berbahaya lainnya.

“Kasus ini akan di BAP dan nanti kita dorong keranah hukum, karena ini penipuan sangat membahayakan masyarakat,” tegas Zola.(Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.